Palembang, Sumselupdate.com – Pembangunan infrastruktur dan konektivitas dalam bidang transportasi sudah seharusnya tertib dengan fungsinya masing-masing dalam melayani masyarakat.
Prof Dr Ir Erika Buchari, MSc, pakar transportasi, dalam Rembuk Nasional 2017 Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Konektivitas di Graha Universitas Sriwijaya, mengatakan jangan sampai membangun terminal tapi tidak terpakai, membangun halte tetapi tidak terhubung dengan moda transportasi lainnya.
“Saat ini kita akan mengajak masyarakat naik angkutan umum, namun di lain pihak angkutan pribadi diperbanyak,” ungkapnya.
Menurutnya, apapun yang dibuat, selalu terjadi tarik-menarik kepentingan, karena itu tidak maju-maju. Ia memberikan contoh seumpama naik perahu satu mendayung ke depan, satu mendayung ke belakang maka tidak akan maju.
“Kita tidak memikirkan hal-hal yang semestinya dilakukan, misalnya bus kota sesampai di ujung maka untuk melanjutkan orang bingung menggunakan angkutan apalagi, sehingga lebih memilih naik kendaraan pribadi,” ujarnya.
Ia menambahkan, hambatan lain dari transportasi adalah kemacetan disebabkan jalan berlubang. Erika memberikan contoh, di jalan ada lubang maka kendaraan akan mengurangi kecepatan, mobil di belakang juga akan mengurangi kecepatan begitu seterusnya sehingga menimbulkan kemacetan.
“Hambatan lainnya parkir di badan jalan akan memperlambat orang lewat, manuvernya sehingga menimbulkan kemacetan juga. Kita sudah memberikan data indikator kepada Pemprov dan Pemkot tapi hanya masuk lemari tidak pernah diukur performa indikatornya,” sesalnya.
Untuk mempromosikan orang naik angkutan umum, Ia memberikan data indikator performa yang harus dipenuhi. Misalnya angkutan umum berapa kilometer yang harus ditingkatkan, juga manajemen mempromosikan angkutan umum.
“Kita tidak bisa memaksa orang naik angkutan umum. Kita harus memberikan servis yang baik terlebih dahulu. Orang tidak minta macam-macam hanya meminta angkutan yang terkoneksi sejak dari rumah sampai ke tujuan dengan koneksivitas angkutan,” jelasnya.
Lainnya dikatakan Erika, sistem pembayaran juga dengan sekali bayar dapat naik moda angkutan yang terkoneksi, juga smartcard menjadikan orang tertarik menggunakan angkutan umum. (adi)











