Jakarta, Sumselupdate.com — Belum lama ini, Rara pawang hujan melayangkan somasi kepada Pesulap merah karena dianggap telah menghina profesinya di media sosial.
Rara pawang hujan tidak terima jika aksi ritualnya mengendalikan hujan dianggap sebagai lelucon oleh Pesulap Merah.
Rara pawang hujan meminta Pesulap Merah agar meminta maaf secara terbuka dalam waktu 3×24 jam, jika tidak melakukannya maka akan diproses secara hukum.
Lewat tayangan Intens Investigasi, Pesulap Merah membeberkan alasan dirinya tidak berhak untuk meminta maaf kepada Rara pawang hujan.
“Karena saya sadar betul tidak mengakui kesalahan, saya cuman kasih edukasi aja,” kata Pesulap merah, dikutip Hops pada Minggu (11/9/2022).
Pesulap Merah tidak gentar akan ancaman dari siapa pun terutama dari Rara pawang hujan. Ia hanya ingin menyampaikan edukasi pada masyarakat banyak mengenai praktik perdukunan.
Pesulap Merah mengaku jika dirinya selama ini banyak diam. Namun banyak beberapa pengacara yang bersedia melindunginya.
“Kemarin sama bang Hotman ketemu cuman konsultasi aja, cuman sama Sunan Kalijaga ada tanda tangan kontrak hukum. Dia tahu betul kalau edukasi saya banyak dibelok-belokan. Makanya banyak yang membela dan melindungi saya,” ungkap Pesulap Merah.
Pesulap Merah mengakui jika dirinya tidak mau meminta maaf kepada Rara pawang hujan karena tidak ada kesalahan apa pun yang ia buat.
Pesulap Merah mengakui jika dirinya hanya memberikan edukasi mengenai simbol yang ia maksudkan bukan ditujukan untuk Rara pawang hujan.
“Minta maaf apaan, orang edukasi kok disuruh minta maaf. Rara aja geer, yang pakai simbol kan banyak. Lagian kan simbol yang saya maksud tuh tradisi Tibet,” kata Pesulap Merah.
Pesulap Merah mengatakan jika singing bowl yang digunakan oleh Rara pawang hujan fungsinya untuk terapi bukan untuk memanggil hujan.
Dia mengatakan pada siapa pun orang di luar sana selain Rara pawang hujan, yang menggunakan singing bowl, bahwa fungsi sebetulnya adalah bukan untuk menggeser awan.
“Singing bowl kan buat terapi, ini kan edukasi yah,” kata Pesulap Merah.
Pesulap Merah mengungkapkan jika yang dilakukan oleh Rara pawang hujan merupakan salah satu praktek perdukunan
Jika merajuk pada kenyataannya, pawang hujan bertugas mengenal jenis awan bukan mengendalikan hujan.
Pesulap Merah juga mengatakan jika pada zaman dahulu, pawang hujan hanya bertugas sebagai konsultan saja, tidak untuk menggeser hujan. Karena yang mampu menurunkan hujan adalah Tuhan Yang Maha Esa.
“Kalau zaman dulu kan, mau nangkal ujan pake sapu lidi ditusuk pakai cabe sama bawang, ah itu kan simbol! Mau percaya atau tidak ya silakan, saya cuman sampaikan edukasi saja. Pawang hujan kan tugasnya sebagai konsultan aja bukan nurunin hujan,” katanya.
Lantas Pesulap Merah menantang Rara pawang hujan jika benar dirinya seorang ahli dan mampu mengendalikan cuaca, seharusnya ia bisa atur turun hujan di Jakarta.
Pesulap merah mengatakan, jika benar pawang hujan itu ada, seharusnya Rara bisa mengendalikan hujan dan banjir di Ibu kota sudah tidak ada.
Pesulap merah juga mengatakan, jika pawang hujan memang benar ada, seharusnya sutradara film bisa langsung memakai jasanya Rara dan tidak lagi pakai selang untuk membuat hujan buatan.
“Kalau memang pawang hujan ada, seharusnya banjir di Jakarta sudah tidak ada dong. Kalau memang bisa atur hujan, sutradara pasti banyak yang pakai jasanya dong, buat turunin hujan, jadi gak usak pake selang lagi” kata Pesulap merah.(hop)











