Tangis Histeris Orang Tua Mahasiswi UIN Rafa Palembang yang Ditemukan Tewas di Kamar Indekos

Writer: - Rabu, 25 September 2024
Ibunda korban Amanda meningis histeris saat berada di Instalasi Kamar Jenazah RS Bhayangkara Muhamad Hasan Palembang, Rabu (25/9/2024) sore.

Palembang, Sumselupdate.com – Betapa histerisnya ibunda dari korban Amanda (20) mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang yang ditemukan tewas di kamar Indekosnya, Rabu (25/9/2024).

Ibu dan ayah dari Amanda (20) yang berasal dari Meranjat Ogan Ilir, begitu tak kuasa menahan tangisnya saat melihat jenazah korban di Instalasi Kamar Jenazah RS Bhayangkara Muhamad Hasan Palembang, yang baru tiba sekitar pukul 17:20 wib.

Read More

Terutama sang ibu sembari menangisi anaknya yang sudah terbujur di ranjang mayat, masih tak percaya putri kedua dari empat bersaudara itu telah meninggal dunia.

Sang ibu yang terus menangis, ayah korban juga menghubungi sanak keluarganya yang ada di kampung membenarkan jika Amanda (20) telah meninggal dunia.

” Yallah anak aku banyak darah di badannya,” jerit ibu korban saat keluar dari instalasi kamar jenazah.

Selain kedua orang tua korban, ada pula sepupu tertua korban yang lebih dulu tiba di instalasi kamar jenazah.

Dia pun tak begitu tahu bagaimana sepupunya itu ditemukan meninggal dunia di kamar Indekosnya.

“Saya dihubungi ayahnya untuk datang duluan melihat jenazah, kalau bagaimana penyebabnya saya juga belum tau,” ucap kakak sepupu merupakan karyawan salah satu bank di Palembang.

Diberitakan sebelumnya, Amanda, seorang mahasiswi ditemukan meninggal dunia di dalam hunian indekosnya yang berada tak jauh dari kantor Lurah Sekip Jaya, di Jalan Lebak Rejo, Rabu (25/9/2024) siang sekitar pukul 14.15 WIB.

Usai ditemukan, jasad perempuan muda dievakuasi ke instalasi kamar jenazah RS Bhayangkara Muhamad Hasan Palembang.

Tubuh mahasiswi semester akhir di UIN Raden Fatah Palembang yang diketahui merupakan warga asal Indralaya, Ogan Ilir, ditemukan tertelungkup di dalam indekosnya tepat di depan pintu kamar mandi.

Saat pertama kali ditemukan, terdapat bercak darah yang bercucuran di lantai yang diduga keluar dari hidung korban.

Korban sendiri hanya mengenakan kaos oblong, dan hanya bercelana dalam, dan laptop milik korban masih menyala berada di lantai.

Menurut keterangan warga setempat, sosok pertama kali yang mengetahui kabar korban adalah pacarnya yang sempat dihubungi video call oleh korban.

Ini dibenarkan oleh Yenni (21), salah seorang penghuni kos yang berdampingan dengan kamar kos korban.

“Iya tadi pagi terdengar dia itu lagi VC-an dengan cowoknya, dia itu dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Tidak pernah berkomunikasi dan bersosialisasi dengan penghuni kos yang lain,” ungkap Yenni yang menyebut saat pertama kali ditemukan korban sudah dalam kondisi bersimbah darah di dalam kamar mandi.

Mendapati itu kekasih dari korban itu mendatangi indekos korban yang berada di lantai dua, bersama warga akhirnya mendobrak pintu kamar tersebut yang terkunci dari dalam.

Ketua RT setempat, Wancik (60) mengaku dirinya tidak pernah menerima laporan dari pemilik kosan perihal penghuni kos.

“Tidak pernah laporan ke saya, padahal sebelumnya saya sudah ingatkan pemilik kosan. Tapi tidak diindahkan,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, SIK, MH yang datang ke lokasi kejadian menolak untuk memberikan komentar. “Nanti saja, kita masih dalami ya,” elak Yunar, Rabu (25/9/2024) siang.

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts