Tabel Denda Pelanggaran ETLE Dipastikan Hoax, Ini Penjelasan Polisi

Ternyata tabel denda pelanggaran lalu lintas yang terekam kamera ELTE di Kota Palembang, hoax alias berita bohong.

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang,Sumselupdate.com – Dalam satu minggu ini tabel denda pelanggaran lalu lintas yang terekam kamera Electronic Law Trafic Enviroment (ELTE) di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyebar secara berantai di media sosial khususnya melalui aplikasi grup-grup WhatsApp maupun instagram.

Read More

Ternyata tabel denda pelanggaran lalu lintas yang terekam kamera ELTE di Kota Palembang, hoax alias berita bohong.

Direktur Direktorat Lalulintas Polda Sumsel, Kombes Pol M Pratama Adhyasastra, SH, SIK, MH mengatakan, hingga kini instansi teknis Direktorat Lalulintas di wilayah hukum Polda Sumsel dan Satlantas Polrestabes Palembang belum meresmikan program ELTE.

Menurutnya, kamera ELTE yang terpasang di sembilan titik ruas jalan protokol Palembang, masih berstatus sosialisasi.

Direktur Direktorat Lalulintas Polda Sumsel, Kombes Pol M Pratama Adhyasastra, SH, SIK, MH.

Maka dari itu, menurut Kombes Pol M Pratama Adhyasastra daftar denda pelanggaran yang dikenakan dari program ELTE di Kota Palembang yang beredar luas di jagat sosial media instagram maupun WhatsApp tersebut adalah hoax.

“Belum ada, itu hoax karena sampai saat ini kita masih dalam tahap sosialisasi. Tapi memang apabila nanti telah diberlakukan akan kita terapkan denda maksimal, tentunya dengan memperhatikan saran dan masukan dari Mahkumjakpol (MA, Kehakiman, Kejaksaan dan Kepolisian –red),” ucap Kombes Pol M Pratama saat dihubungi via WhatsApp.

Beredarnya tabel denda pelanggaran lalu lintas yang terekam kamera ELTE di Kota Palembang, juga disayangkan oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sumsel, Kompol Haris Batara.

Menurutnya, pelanggaran yang tertangkap kamera ELTE semenjak 1 Januari 2022, jumlahnya sangat fluktuatif dan tidak semua pelanggaran akan dikirim surat konfirmasi.

“Untuk jenis pelanggaran juga beragam, tapi kalau untuk rinciannya belum dapat kami sampaikan karena sifatnya masih dalam tahap sosialisasi,” tegas Harris. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.