Sumsel Mulai Dilanda Musim Kemarau, BMKG Imbau Warga Waspadai Dehidrasi dan Cuaca Panas

Writer: - Senin, 1 Juni 2026
Ilustrasi (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan memprediksi musim kemarau mulai melanda sejumlah wilayah di Sumatera Selatan pada Juni 2026.

Kondisi tersebut ditandai dengan tren penurunan curah hujan yang terjadi sejak akhir Mei serta meningkatnya suhu udara dalam beberapa hari terakhir.

Read More

Koordinator Kelompok Kerja Analisis, Diseminasi Informasi, dan Edukasi BMKG Sumsel, Nandang Pangaribowo, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar wilayah Sumsel mulai mengalami pengurangan intensitas hujan sebagai bagian dari transisi menuju musim kemarau.

“Sejak 27 Mei 2026, curah hujan di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan terpantau mengalami penurunan. Tren ini diperkirakan terus berlanjut seiring masuknya musim kemarau pada bulan Juni,” ujar Nandang.

Selain berkurangnya curah hujan, BMKG juga mencatat peningkatan suhu udara yang cukup signifikan.

Dalam tiga hari terakhir, suhu rata-rata berada pada kisaran 27 hingga 32 derajat Celsius, sedangkan suhu maksimum mencapai 33 hingga 34 derajat Celsius.

Menurut Nandang, kondisi cuaca yang lebih panas berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama dehidrasi bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.

Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas dengan menjaga asupan cairan tubuh dan membatasi aktivitas di bawah terik matahari, terutama pada siang hari.

“Warga disarankan memperbanyak minum air putih dan menggunakan pelindung diri seperti topi, payung, maupun tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan,” katanya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca yang disampaikan melalui kanal resmi BMKG sebagai langkah antisipasi menghadapi perubahan kondisi atmosfer selama musim kemarau.

Masuknya musim kemarau tidak hanya berdampak pada penurunan curah hujan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kekeringan tinggi.

Karena itu, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan mulai meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah-langkah pencegahan guna mengantisipasi dampak yang mungkin timbul selama musim kemarau berlangsung.

Dengan suhu udara yang diperkirakan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan, masyarakat diminta menjaga kesehatan dan memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan baik.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts