Palembang, Sumselupdate.com – Sultan Iskandar Mahmud Badarudin mengapresiasi perubahan gaun yang dikenakan Nur Harisyah Pratiwi alias Caca dalam malam Grand Final Puteri Indonesia 2017, Jumat (31/3/2017) malam.
Hal tersebut sejalan dengan protes keras dirinya lantaran tanpa izin mengenakan pakaian adat Ratu Sinuhun pada kontes sebelumnya Senin (27/3/2017) malam yang dinilai vulgar dan menciderai sosok Ratu Sinuhun yang religius dan disegani yang merupakan isteri dari Pangeran Sido Ing Kenayan.
“Terima kasih kepada semua pihak, baik managemen Caca, Dinas Pariwisata Sumsel dan semua pihak yang mendukung, sehingga gaun yang dikenakan tak seperti sebelumnya yaitu gaun Ratu Sinuhun yang dibuat vulgar,” ujar Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, Sabtu (1/4/2017).
Di luar hal tersebut, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin merasa bangga Sumsel memiliki sosok Caca yang menjadi wakil Sumsel dan mengenalkan kearifan lokal ke publik lewat kompetisi yang diikutinya.
Meskipun tak berhasil melanggang menjadi juara dalam pemilihan Puteri Indonesia 2017, dirinya pun bangga memiliki wakil Sumsel yang nyaris lolos di babak enam besar.
“Menang dan kalah dalam sebuah kompetisi itu biasa. Jika belum lolos tahun ini, bisa tahun yang akan datang. Kuncinya tetap semangat dan komitmen dengan menyebarkan marwah keraifan lokal di Sumatera Selatan ke nasional maupun Internasional,” tuturnya.
Ke depan, dirinya berharap siapapun yang ingin mengenakan pakaian adat dan budaya harus sowan dahulu, sehingga tidak terjadi permasalahan dan kesalapahaman. (sbw)











