Sudah Sekitar 150 Hektar Lahan di Kabupaten Ogan Ilir Terbakar

Senin, 7 Agustus 2017
Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto menjelaskan kepada warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Palembang, Sumselupdate.com – Kebakaran lahan dan hutan kembali terjadi di Kabupaten Ogan Ilir. Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Sabtu (5/8) dan Minggu (6/8) tercatat luasan kebakaran mencapai 150 hektar.

Kemudian kebakaran lahan kembali terjadi di Desa KTM Rambutan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Ogan Ilir, Senin (7/8/2017).

Read More

“Kebakaran terlihat Senin siang. Kita sudah berupaya maksimal padamkan, tim Satgas Darat langsung ke lokasi terbakar dan dibantu Satgas Udara dengan melakukan water boombing,” kata Kepala BPBD Ogan Ilir Ahmad Syakroni.

Tercatat di Desa KTM Rambutan pada Senin ini terdapat sekitar 20 hektar lahan yang terbakar dimana menyebar di 3 titik di desa tersebut. Upaya dalam memadamkan api di lapangan, kata dia, sedikit berat mengingat lahan terbakar yang cukup luas.

Kemudian kondisi sumber pengambilan air yang cukup jauh. “Angin sangat mempengaruhi. Api sangat mudah menyebar karena anginnya cukup kencang,” kata dia.

Syakroni menjelaskan, saat ini yang menjadi fokus pemadaman adalah di Kecamatan Rambutan, Kecamatan Pedamaran dan Kecamatan Pemulutan. Apalagi, rata-rata lahan di area tersebut adalah lahan gambut yang memang sangat sulit dipadamkan apabila sudah terbakar. “Lahan terbakar hari ini ada di area kebun kelapa sawit. Ada dua helikopter yang membantu kita padamkan api,” kata dia.

Pihaknya bersyukur karena hujan turun meski dalam hitungan sekitar lima menit. Meski tidak efektif memadamkan api, namun dinilai cukup membantu mengurangi menyebarnya api. “Hujan ini hasil buatan TMC yang merupakan bantuan dari BPPT. Tidak memadamkan keseluruhan, tapi cukup membantu sehingga penyebaran api tidak meluas,” kata Syakroni.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengaku, sosialisasi kepada masyarakat khususnya pada petani untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. “Tapi budaya membakar masih saja ada, seperti sulit ditinggalkan,” kata dia.

Untuk itu, pihaknya akan mempertegas dalam penegakan hukum. Seperti di Ogan Ilir sudah menangkap dua pembakar hutan karena indikasi pembakaran lahan untuk membuka lahan pertanian dan perkebunan.

“Polisi langsung cek ke lokasi dan mencari tahu siapa pemilik lahan. Polres Ogan Ilir mendalami penyebab ini. Sebab maklumat larangan pembakaran hutan dan lahan sudah dilakukan sejak musim penghujan. Sehingga tidak ada alasan melakukan itu,” kata dia.

Polda Sumsel menyediakan anggaran seperti penyelidikan hingga pemeriksaan saksi-saksi sebanyak Rp2 miliar untuk tahun ini. Bahkan anggaran akan ditambah lagi Rp2 miliar lagi. “Anggaran akan ditambah terus dalam upaya penegakan hukum untuk penyidikan tersangka. Pembakar lahan pasti akan dipidana,” kata dia.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin menginstruksikan seluruh Kepala Desa, Lurah dan Camat se-Kabupaten Ogan Ilir, selalu berada di wilayah masing-masing untuk menjaga jangan sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan.

“Hari ini titik api cukup banyak, saya minta seluruh Kepala Desa, Lurah dan Camat, turun langsung ke lapangan memadamkan api dan mencegah agar tidak meluas. Termasuk Bupati saya minta turun ke lapangan mengawal pemadaman api dan mengaktifkan seluruh Manggala Agni yang kita bentuk di setiap wilayah,” pinta Alex. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts