Sudah Jadi ‘Neraka’ Corona, Hoax Kini Merajalela di Brasil

Selasa, 26 Mei 2020

Buones Aires, Sumselupdate.com – Di tengah terus meningkatnya kasus inveksi Covid-19 di Brasil dengan lebih dari 363.000, kedua tertinggi di dunia, para tenaga kesehatan di garis depan mengaku menghadapi situasi yang sulit untuk menghadapi berita palsu atau hoaks.

Di hari perawat yang dirayakan beberapa waktu lalu, Elaine Oliveira menggunggah fotonya yang sedang memakai pakaian pelindung di Instagram sambil meminta warga agar tetap di rumah saja.

Read More

Perempuan berusia 33 tahun ini terlalu lelah untuk bangun dari tempat tidur setelah semalaman bertugas di rumah sakit di Fortaleza, negara bagian Ceará di timur laut Brasil.

Ia juga sudah tak bertemu orang tuanya selama dua bulan terakhir. “Saya sedih sekali, sampai sakit rasanya,” kata Oliveira.

“Saat menulis ini, rekan-rekan kerja saya sedang bekerja keras di sisi tempat tidur pasien, berusaha menyelamatkan hidup mereka”.

“Saya tidak perlu tepuk tangan atau kata selamat. Saya perlu kalian tinggal di rumah untuk melindungi diri kalian sendiri, melindungi keluarga kalian, dan melindungi saya,” keluhnya kepada BBC

Oliveira ingin sekali menyampaikan kata-kata itu untuk melegakan dadanya.

Sudah beberapa waktu ini ia menyaksikan warga Brasil sengaja mengabaikan, bahkan mencemooh karantina yang dimaksudkan untuk melindungi penduduk dari Covid-19.

Khususnya pendukung presiden Jair Bolsonaro yang terus mencoba meremehkan keseriusan penyakit ini.

Mereka menyebarkan miskonsepsi dan mengorganisasi protes untuk melawan aturan jaga jarak.

“Di hari perawat presiden negara saya malahan naik jet ski sambil bilang, “Apa salahnya,’ kata Oliveira di Instagram.

“Korban ini bukan sekadar angka. Mereka manusia yang punya anak, orang tua, atau pasangan. Mereka juga ingin hidup,” lanjutnya.

Angka Covid-19 di Brasil kini tertinggi ketiga di dunia, dengan jumlah sekitar seperempat juga positif, menurut Johns Hopkins University.

Namun banyak ahli memperkirakan angka sesungguhnya bisa lebih dari tiga juta.

“Saya bisa katakan Brasil telah menjadi pusat penyebaran wabah Covid-19 paling penting di dunia sekarang ini,” kata Domingos Alves, profesor di Ribeirao Preto Medical School kepada BBC News Brasil.

Hingga tanggal 19 Mei, sekitar 18.000 orang meninggal dunia karena Covid-19, dan menurut Prof Alves, banyak yang terlaporkan dalam angka ini.

Di rumah sakit penderita Covid-19, banyak dokter dan perawat harus memilih siapa yang bisa diberi perawatan, serta siapa yang terpaksa harus mati tanpa pertolongan memadai.

Namun Bolsonaro berkeras bahwa Covid-19 “Hanya flu ringan”.

Pemimpin sayap kanan ini ikut menghadiri demonstrasi anti karantina, bersalaman dengan pendukungnya bahkan berjanji mengadakan pesta barbekyu untuk 30 orang di tengah pandemi. (adm3/vvn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts