Laporan Diaz Erlangga
Palembang, Sumselupdate.com — Suasana terkini Panti Asuhan Fisabilillah Al-Amin Palembang yang rekaman aksi kekerasan terhadap penghuni panti viral di media sosial, sehingga berujung ditangkapnya Hidayat (40), pemilik panti, Sabtu (25/2/2023) malam.
Pantauan Sumselupdate.com terlihat suasana di dalam panti asuhan penghuninya yang berjumlah 18 anak masih beraktivitas seperti biasanya.
Bahkan pada pagi ini, tetangga sekitar panti juga melakukan aktivitas seperti biasa, tak seperti semalam saat kepolisian menjemput Hidayat (40).
Salah satu tetangga dari panti asuhan, Sugi (58) mengaku sangat terkejut saat Hidayat tadi malam dijemput polisi.
Bahkan ia mengaku awalnya tak mengetahui penyebab dari Hidayat dijemput oleh polisi.
“Jujur tadi malam sangat terkejut karena waktu dijemput polisi itu sudah ramai warga yang datang,” ucapnya.
Sugi pun tak menyangka Hidayat yang lebih dikenal dengan nama Abi, tersebut melakukan aksi kekerasan terhadap anak penghuni panti.
Padahal antar-rumah Sugi dan panti asuhan tersebut berhadapan, namun ia mengaku tak pernah mendengar adanya keributan apalagi seperti yang terekam pada video viral itu saat Abi memaki salah satu penghuni bahkan dengan suara yang keras.
“Saya gak menyangka, dan baru tahu tadi subuh saat melihat video viral itu,” jelasnya.
Terlepas itu, justru warga sekitar mengenal Abi sosok yang mudah bersosialisasi dengan warga sekitar.
Bahkan ia mengaku setelah melihat rekaman itu masih tak percaya dengan karakter Abi yang ringan tangan, sebab setahu mereka Abi sangat santun dengan warga sekitar.
“Kalau yang kami tahu santun orangnya, setiap ada kegiatan rohani juga Abi ikut, anak anak panti di sini pun yah seperti halnya anak anak umum lah bermain dan belajar,” jelasnya.
Sugi juga menjelaskan, bahwa Abi dan istri serta satu anaknya perempuan masih duduk di bangku SMA, tinggal satu atap bersama dengan penghuni panti.
“Kalau aktivitas sehari-hari Abi dan istri itu punya warung manisan, selebihnya mereka biasanya mengajar ngaji ke anak anak panti, terkadang ada juga anak anak sekitar yang ikut mengaji di panti ini,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, buntut viralnya video di sosial media Instagram aksi kekerasan terhadap anak anak yang dilakukan sejumlah pria dewasa yang diduga terjadi di salah satu panti asuhan di Kota Palembang, Sumatera Selatan, direspon cepat aparat kepolisian.
Petugas langsung mengamankan pengurus panti pasca-viralnya aksi kekerasan terhadap anak anak yang diduga terjadi di Panti Asuhan Fisabilillah Al Amin Palembang, Sabtu (25/2/2023) malam.
Terlihat satu pria dengan mengenakan pakaian panjang warna coklat dan mengenakan peci warna putih, digiring keluar oleh polisi dari panti asuhan berlantai dua warna hijau tersebut.
Diamankannya pria tersebut, diduga untuk menghindari amukan warga yang sudah ramai berada di lokasi panti asuhan yang berada di Jalan Mangkubumi, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhamad Ngajib membenarkan pihaknya telah mengamankan satu orang terduga pemilik dari Panti Asuhan Fisabilillah Al Amin.
“Benar telah kita tangkap, berinisial H pemilik dari panti asuhan. Saat ini kita lakukan pemeriksaan mendalam, ” kata Kapolrestabes saat dihubungi via WhatsApp malam ini.
Sebelumnya, viral di sosial media Instagram aksi dugaan kekerasan terhadap anak anak yang dilakukan sejumlah pria dewasa yang di duga terjadi di salah satu panti asuhan yang ada di palembang.
Dalam video yang berdurasi lebih dari satu menit tersebut terlihat pada rekaman awal video menunjukkan seorang pria yang mengenakan peci memaki seorang anak yang ada di hadapannya dengan melontarkan beragam kata kasar.
Cuplikan selanjutnya, menunjukkan seorang pria yang menjewer dua bocah laki laki sekaligus, yang disertai ancaman dengan nada tinggi.
Pada cuplikan selanjutnya yang menunjukkan seorang pria mengenakan pakai panjang warna biru dan memakai peci memukul beberapa kali ke salah satu anak yang menundukkan dihadapannya.
Dan yang paling miris pada cuplikan ke empat, kekerasan itu dialami seorang anak yang diduga memiliki kebutuhan khusus.
Bahkan cuplikan aksi kekerasan yang dialami terhadap bocah berkebutuhan khusus itu, tak hanya satu. Pada akhir video terlihat bocah itu mendapat tamparan berapa kali ke arah wajah yang dilakukan oleh pria dewasa.
Dalam video yang berdurasi satu menit 30 detik itu juga ditambahi narasi yang menyebutkan aksi kekerasan tersebut terjadi di salah satu oanti asuhan yang ada di kota Palembang.
“Tolong dibantu guys!, kejadian di panti asuhan fisabilillah al-amin Palembang. Anak ini butuh bantuan,” bunyi narasi yang ditulis pada bagian atas video tersebut.
“Video ini mungkin dapat membuat rasa tak nyaman bagi sebagian orang, tapi mohon dengan sangat jangan di report, mereka butuh bantuan,” tulis narasi pada bagian bawah video.
Setelah beberapa menit video itu diposting di Instagram, beragam komentar netizen banyak yang mengecam aksi tersebut.
@bulan_asmara menyebut “astaga sakit hati niang jingoknyo,” tulisnya.
@zenzjhonsen menyarankan untuk aparat penegak hukum segera mengambil tindakan.
“Tolong dipenjarake bae pengurus panti asuhan yang cak ini, . . . Bukannya ngasi lh perhatian dan kasih sayang, malah ngerusak mental budak budak,” tulisnya. (**)











