Suarakan Penolakan UU Cipta Kerja, Ratusan Buruh Geruduk DPRD Muaraenim

Ratusan buruh aksi tolak UU Cipta Kerja.

Muaraenim, Sumselupdate.com – Ratusan buruh yang tergabung kedalam Federasi Serikat Buruh Bersatu Muaraenim dari delapan serikat buruh yang ada di delapan perusahaan yang ada di kabupaten Muaraenim, Selasa (13/10/2020) di halaman DPRD Muaraenim.

Kedatangan para buruh ini terkait disahkannya UU Omnibus Law atau Cipta Kerja oleh DPR RI.

Bacaan Lainnya

Ketua FSBBM Rahmansyah, SH, MH, menyampaikan permintaan dukungannya kepada DPRD kabupaten Muaraenim atas penolakan buruh terkait UU Cipta Kerja ini.

Massa aksi

“Dewan merupakan wakil rakyat, maka itu kami dari buruh sebagai rakyat yang telah mempercayakan suara kami kepada para anggota dewan sekalian untuk memberikan dukungan penolakan terkait UU Omnibus Law ini,” ungkapnya.

Lanjut Rahmansyah hak-hak buruh yang tergredasi pada UU Cipta Kerja ini, yaitu PKWT atau kontrak kerja tanpa batas, outsourcing diperluas tanpa batas jenis usaha, upah dan pengupahan diturunkan, pesangon hilang dan penghargaan masa kerja tidak ada.

” UU ini sangatlah merugikan hak-hak para pekerja, karena itu kami melakukan aksi unjuk rasa ini dengan harapan kami DPRD Muaraenim mendukung kami dan menolak pemberlakuakuan UU Omnibuslaw ini dengan membuat pernyataan tertulis yang ditujukan kepada DPR RI,” tegas Rahmansyah.

Adapun jumlah massa yang turun dalam aksi tersebut sekitar 200 orang dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian, TNI, dan Sat Pol PP. Tidak lama berorasi di depan DPRD Muara Enim sejumlah perwakilan buruh ini diterima ketua DPRD Muaraenim Liono Basuki beserta anggota dewan lainnya. (dan)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.