Palembang, Sumselupdate.com – Terkait aksi demo mahasiswa Unsri berakhir ricuh dengan satpam kampus dan anggota Polres Ogan Ilir yang melakukan pengamanan, pihak kampus menyampaikan penjelasan melalui surat yang ditandatangani empat Wakil Rektor.
Dalam surat tersebut pihak rektorat menjelaskan, aksi pemukulan dua mahasiswa tersebut merupakan luapan emosi petugas keamanan kampus atas aksi pemecahan kaca pintu keluar di sisi kiri gedung rektorat yang dilakukan dua oknum mahasiswa tersebut.

Selain pihak Unsri juga membantah informasi pemberhentian seorang mahasiswa Teknik Elektro bernama Rahmad Farizal. Melainkan surat yang disampaikan tersebut merupakan teguran yang dikirim ke orangtua mahasiswa tersebut.
Pasalnya mahasiswa tersebut memang terancam Drop Out (DO), lantaran nilai akademik tidak begitu baik dan waktu tempuh kuliah juga sudah terbatas.
Sebelumnya mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa dengan mendatangi gedung rektorat Unsri, untuk menuntut rektor merespon permintaan mahasiswa tentang pemangkasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan mencabut laporan yang ditujukan kepada Presma Unsri Rahmad Farizal.
Namun saat itu Rektor Unsri Anis Sagaf tak berada di tempat, sehingga mahasiswa memaksa masuk untuk menemui perwakilan rektor, hingga terjadi aksi pemukulan dan dua mahasiswa sempat diamankan.(pto)











