Siswa SMKN 1 Martapura Muntah Darah Dikeroyok 20 Orang Pelajar

Terduga pelaku penganiayaan sesama pelajar hanya mampu menunduk malu saat proses mediasi keluarga pelaku dan keluarga korban.

Martapura, Sumselupdate.com – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan.

Pasalnya, salah satu siswa SMK Negeri 1 Martapua, OKU Timur, AI menjadi korban pengeroyokan rekannya sendiri yang berinisial IL. Akibat pengeroyokan ini korban AI menderita luka fisik dan muntah darah.

Bacaan Lainnya

Informasi yang didapat dari salah satu siswa SMK Negeri 1 Martapura, keributan bermula ketika kedua pelajar ini  mendapat hukuman dari guru untuk mengecat pohon di sekolahnya.

Saat mengerjakan hukuman tersebut, keduanya terlibat cekcok mulut hingga masalah ini berbuntut sampai  keesokan harinya.

Diketahui pelaku IL mengajak teman-temannya dari SMPN 4 dan SMPN 2 Martapura untuk melakukan pengeroyokan terhadap AI pada Jumat, 6 September lalu. Dugaan pengeroyokan yang dilakukan 20 pelajar ini dilakukan saat sedang ada kegiatan jalan sehat.

“Saya lihat AI dikeroyok oleh IL bersama teman-temannya kurang lebih 20 orang di belakang Stadion Tebat Sari Martapura. Saya sama teman-teman takut untuk melerai mereka, karena nanti malah jadi sasaran mereka,” ungkap salah satu pelajar SMKN 1 Martapura saat melihat kejadian tersebut.

Kasus memiriskan dunia pendidikan ini akhirnya terdengar oleh pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Timur dan langsung merespon dengan melakukan mediasi antara keluarga AI dan IL.

Dalam proses mediasi tersebut, dihadirkan Kepala Sekolah SMPN 2 dan 4 serta sejumlah wali murid. Sementara Kepala Sekolah SMKN 1 Martapua tidak tampak, melainkan dihadiri oleh wakilnya.

Dalam mediasi yang dilakukan hari ini, Selasa (10/9/2019) di Dinas Pendidikan OKU Timur, terlihat keluarga korban sangat menyesalkan dan terpukul atas peristiwa ini.

Sebab menurut keterangan orang tua korban, AI sempat muntah darah usai kejadian pengeroyokan tersebut dan dirinya mengalami trauma mendalam.

Menuntut Pertanggungjawaban

Suasana mediasi.

 

Pada saat mediasi berlangsung, ibu korban sempat menangis hingga jatuh pingsan. “Kedatangan kami di sini meminta pertanggungjawaban dari pihak keluarga IL dan penyelesaian, juga dari pihak sekolah kami harap bisa lebih mengawasi agar tidak terjadi lagi hal seperti ini,” tegas salah satu keluarga korban.

Peristiwa seperti ini menjadi catatan serius bagi pihak sekolah, bagaimana pertanggungjawaban pihak sekolah sebagai orang tua di sekolah untuk memberi ilmu dan akhlak.

Namun yang didapati oleh wali murid sebuah kabar tidak mengenakkan dari sekolah di mana anaknya dititipkan yang menjadi korban pengeroyokan.

Rohim, salah satu wali murid di SMA Martapura mengaku, khawatir saat mendengar kabar tentang adanya tindakan kekerasan di dunia pendidikan di OKU Timur.

Dirinya mengungkapkan jika permasalahan ini tidak segera diselesaikan menjadi preseden buruk dan dikhawatirkan akan terulang kembali kepada pelajar yang lain.

Menurutnya, pihak sekolah harus peka dan tidak lalai dalam permasalahan di lingkungan sekolah khususnya para siswa-siswinya.

“Jangan menganggap enteng konflik di antara pelajar, sebab sudah banyak terjadi hal serupa di dunia pendidikan, hingga menimbulkan korban jiwa. Seharusnya pihak sekolah memberi pembimbingan dan pendidikan yang baik kepada anak muridnya, jangan sampai hal seperti ini terjadi lagi dan mencoreng nama baik sekolah bahkan menambah catatan hitam dunia pendidikan, khusunya di OKU Timur, dan hal ini merupakan kelalaian dari pihak sekolah,” ujar salah satu wali murid.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Sekolah SMKN 1 Martapua Ribut Setiadi membenarkan bahwa kedua siswa yang berkelahi tersebut merupakan siswa dari SMKN 1 Martapura.

Dirinya mengaku,  menanggapi serius hal tersebut dan akan mengambil langkah damai antara kedua keluarga siswanya.

Ia juga menambahkan, sebagai kepala sekolah dirinya akan memberi pengawasan bagi siswanya supaya tidak ada aksi lain terkait adanya konflik tersebut.

“Kami pihak sekolah akan meredam siswa supaya tidak akan melakukan hal serupa, sebab dalam peristiwa ini tidak hanya IL saja yang menjadi pelaku pengeroyokan. Namun juga ada siswa lainnya dari beberapa SMP yang menjadi pelaku pengeroyokan. Untuk itu kami akan komunikasikan dengan Dinas Pendidikan OKU Timur supaya ada penyelesaian karena bagaimana pun harus sesuai dengan aturan lembaga pendidikan,” jelasnya. (mat)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.