PALI, Sumselupdate.com – Siswa-siswi yang bersekolah di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) harus menjadi contoh bagi siswa-siswi yang bersekolah di tempat lain.
“Berat bebannya menjadi siswa-siswi yang sekolah di SDIT. Mereka harus mempunyai etika dan berakhlak baik,” ucap Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ir H Heri Amalindo, MM, saat meresmikan gedung dan Peletakan batu pertama ruang kelas baru SDIT Insan Mulia, Kamis (26/1/2017).
Diharapkannya, dengan adanya Sekolah Islam Terpadu itu, maka akan mengajak masyarakat terutama generasi muda supaya meningkatkan ukhuwah Islamiyah.
“Kita berharap akan membawa martabat generasi mudah lebih baik lagi dan menjadi lebih baik dari yang sekarang ini. Kita juga mengajak sekolah-sekolah lain melakukan hal yang sama,” harapnya.
Menurutnya, menghapal Al Quran memang sangatlah bagus, namun jangan hanya dihapalkan saja melainkan diamalkan.
“Kalau hanya dihapalkan tapi tidak diamalkan maka apa yang kita lakukan kadang tidak sama dengan apa yang diajarkan di dalam Al Quran,” bebernya.
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) Provinsi Sumsel ini juga meminta bantuan ke perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten PALI untuk bergotong royong membangun pendidikan di Kabupaten PALI.
“Kebetulan ada perusahaan yang beroperasi di Kabupaten PALI, makanya kita mengajak untuk membangun pendidikan di Kabupaten PALI ini supaya kualitas pendidikan juga meningkat,” katanya.
Sementara, Ketua Yayasan Pewaris Negeri, Ustadz Lasmiadi, S Sos I, mengatakan, cara pembangunan gedung SDIT Insan Mulia mengadopsi cara penggunaan APBD di pemerintahan.
“Kita minta kepada orang tua siswa supaya membayar uanh sekolah selama tiga bulan sekaligus. Dan rupanya mereka setuju, makanya pembangunan gedung untuk kelas yang tiga ruangan itu bisa dibangun,” ucapnya.
Namun, lanjutnya, ke depan pihaknya akan menjadikan SDIT Insan Mulia mandiri dalam hal finansial.
“Kita bakal membangun Badan Usaha Milik (BUM) Sekolah. Seperti membuat kolam dan kebun. Apalagi lahan yang kita miliki luasnya mencapai satu hektar. Jadi nanti hasil dari lahan itu akan kita jual sehingga sekolah kita bisa mandiri dalam finansial,” tukasnya. (adj)
H Heri Amalindo saat menandatangani prasasti
H Heri Amalindo saat meletakkan batu pertama











