PALI, Sumselupdate.com — Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Pepatah itu seolah menggambarkan kondisi yang dialami oleh Maruli Panjaitan dan keluarga.
Pasalnya, ketika bersilaturahmi ke rumah keluarga pada hari Raya Idul Adha 1440 H, Minggu (11/8/2019) rumah miliknya yang berada di Rejosari RT 26 RW 06 kelurahan Talang Ubi Utara, kecamatan Talang Ubi, kabupaten PALI hangus dilalap dilalap si jago merah.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, hangusnya rumah Maruli Panjaitan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Pada saat kejadian, rumah berada dalam keadaan kosong karena sang pemilik sedang silahturahmi ke rumah keluarga.
Kendati petugas dari Dinas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (DPBK) kabupaten PALI, telah menerjunkan dua unit mobil damkar, namun rumah yang sebagian besar terbuat dari papan dan kayu itu kurang dari 30 menit sudah rata dengan tanah.
Jaelani (63) ketua RT 26 saat dijumpai media ini di lokasi kejadian mengatakan bahwa api diketahui dari seorang anak yang melihat api dari ruang kamar.
“Kemudian, anak tadi memanggil ayahnya yang selanjutnya langsung memanggil warga untuk memadamkan api dengan cara manual. Sampai akhirnya petugas DPK datang. Namun, rumah tidak terselamatkan, rumah sudah hangus terbakar,” jelas Jaelani.
Dugaan sementara, lanjut Jaelani akibat korsleting listrik. “Untuk itu, saya menghimbau kepada warga, untuk selalu berhati-hati ketika meninggalkan rumah kosong. Apalagi sekarang musim kemarau, jadi harus ekstra waspada,” tukasnya.
Sementara itu, Junaidi Anuar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI melaporkan bahwa pihaknya begitu mendapat informasi adanya kebakaran langsung menghubungi Dinas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (DPBK).
“Damkar langsung meluncur ke lapangan, namun rumah korban tidak bisa diselamatkan. Karena angin cukup kencang dan kondisi saat ini puncak kemarau,” terang Junaidi. (adj)











