Sidang OTT Muba, Mursyid Bantah Menerima Sejumlah Uang dari Acan

Palembang, Sumselupdate.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, menghadirkan empat orang saksi dihadapan Majelis Hakim yang diketahui Hakim Yoserizal, SH, MH, terkait dugaan korupsi proyek pengadaan pembangunan di PUPR Muba, yang menjerat tiga terdakwa Dodi Reza Alex, Herman Mayori dan Eddy Umari.

Salah satu saksi yang dihadirkan, mantan ajudan Bupati nonaktif Dodi Reza Alex, Mursyid, membantah jika dirinya menerima sejumlah uang dari Badruzzaman untuk diserahkan kepada Dodi, padahal menurut JPU dalam BAP pertama dan kedua dia dengan sadar dan tanpa paksaan menandatangani BAP-nya yang mengakui menerima uang dari Badruzzaman untuk diserahkah kepada Bupati Dodi Reza.

Read More

“Ya, dua BAP awal dia akui itu, tapi saat di BAP ketiga kalinya dia menyangkal dan nengubah keterangannya,” kata Richard Marpaung, JPU KPK RI.

Menurutnya, peran dari Mursyid sendiri yakni lebih kepada perantara mengantarkan uang fee dari para rekanan yang ditampung oleh saksi Irfan (salah satu kabid di PUPR-red).

“Selanjutnya uang tersebut diserahkanlah ke Eddy Umari untuk diberikan ke Herman Mayori, baru untuk jatah fee bupati diserahkan ke Mursyid melalui Pak Acan,” kata JPU.

Sementara itu salah satu saksi
Badruzzaman atau acan mengatakan jika dirinya menitipkan uang jatah fee bupati kepada ajudan bupati, Mursyid.

“Setiap tahun saya dipanggil, setiap kegiatan selesai kadang di kantor Pemda kadang di kantor Pakjo, biasanya saya ditelpon Pak Mursyid,” kata Acan di hadapan Majelis Hakim.

Ia menegaskan jika dirinya menyerahkan uang dua miliar kepada ajudan bupati.

“Saya serahkan sama Mursyid, saya telpon Pak Mursyid, janjiannya di mobil Pak, di parkiran, kemudian ada lima ratus juta juga,” jelasnya.

Saksi Mursyid mengatakan jika dirinya tidak pernah terima uang dari Acan, namun dirinya mengatakan jika pernah menerima duku dari Pak Acan.

“Kalau uang tidak pernah, tapi kalau duku ada,” ujarnya.

Namun hal tersebut langsung dibantah Acan yang mengatakan jika duku yang dimaksud, dikirim jauh sebelum dilakukan OTT.

“Kalau duku itu sudah lama, jauh sebelum OTT,” tutupnya. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.