PALI, Sumselupdate.com – Bupati Penukal Abab Lematang ilir (PALI), Ir. H. Heri Amalindo, MM menyindir kinerja Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Pendopo Cabang Lahat.
Dalam sindirannya, orang nomor satu di Bumi Serelat Serasan itu mengatakan Listrik di PALI tak punya malu, karena seringnya terjadi pemadaman listrik di wilayah Kabupaten PALI dan sekitarnya. Padahal PALI merupakan lumbung energi.
“Di PALI ini ada semua, gasnya melimpah, batubara ada apalagi minyaknya. Kalau masih mati hidup mati hidup berarti perusahaan yang mengelola listrik tersebut tidak punya malu,” tandas Bupati kepada sejumlah awak media.
Bupati mengajak kepada pihak PLN Pendopo untuk duduk bersama memecahkan kendala seringnya mati lampu di Kabupaten PALI.
“PALI ini kaya, dengan melimpahnya Sumber Daya Alam (SDA) disini mari bersama pecahkan masalah ini. Apa kira-kira yang kurang mungkin pemerintah daerah bisa membantu, agar kedepanya kejadian ini jangan terulang kembali karena PALI ini lumbung energi tapi kenapa masih kekurangan energi,” tutup Heri.
Dalam satu minggu terakhir, hampir setiap hari terjadi byarpet. Kondisi ini sangat dikeluhkan warga Bumi Serepat Serasan.
“Lah duo hari ini PLN mati. Dari jam 11 pagi sampai jam 5 sore. Dak tahu apo masalahnya, cak nyo lah jadi kebiasaan bagi PLN Pendopo untuk padam listrik. Mungkin nak hemat minyak kali,” keluh Randi, pengusaha warnet yang merasa dirugikan akibat sering terjadinya byarpet.
Sementara itu, Gema Sabarani Supervisor Teknik PLN Rayon Pendopo membenarkan padamnya listrik kemarin sekitar pukul 15:00 WIB ketika pembukaan JPD berlangsung.
“Kita akui memang kemarin terjadi mati lampu karena ada gangguan di Gardu Induk (GI) Gunung Megang, dan hari ini pun akan ada pemadaman dari pukul 11 siang sampai pukul 3 sore karena tim kami akan memperbaiki gangguan di Gardu Induk tersebut. Surat pemberitahun akan hal itu sudah kami sebar ke masyarakat dan instansi pemerintah,”ungkapnya kepada awak media di ruang kerjanya, Selasa (3/4).
Lebih lanjut Gema mengatakan bahwa pihaknya terus berusaha meningkatkan pelayanan. “Kita pantau terus tiap harinya, dari catatan kami di bulan Maret ada 42 kali gangguan, pada bulan April terdapat 18 gangguan jadi kinerja kami ada peningkatan karena sudah bisa mengurangi gangguan.Kami juga memohon maaf kepada masyarakat apabila pelayanan kami belum bisa memuaskan, tetapi kami terus berusaha semaksimal mungkin agar seluruh pelanggan tidak kecewa,” beber Gema yang mengaku baru 2 bulan bekerja di PLN Rayon Pendopo. (adj)











