Sergap Bandar Narkoba, Anggota Polres Dikepung Massa

Senin, 8 Februari 2016
Kasat Narkoba AKP Bustomi (kiri) dan anggotanya Ipda Teguh (kanan) memperlihatkan barang bukti shabu yang diamankan dari tersangka bandar narkoba.

Muaraenim, Sumselupdate.com

Drama penangkapan Dedi (33), seorang bandar narkoba yang sudah lama menjadi target operasi (TO) aparat yang bermukim di Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI, cukup menegangkan.

Bacaan Lainnya

Aparat nyaris terluka setelah setelah 30 personel tim gabungan dengan sandi operasi Antik Musi 2016 dipimpin Kasat Narkoba AKP Bustomi sempat dikepung massa ketika menyergap bandar narkoba tersebut.

Beruntung tim gabungan yang terdiri dari anggota Narkoba, Intel, Shabara, dan Provost ini, berhasil mengelabui massa yang mengepung petugas.

Sehingga tersangka berhasil diamankan dan dibawa petugas ke Polres Muaraenim. Untuk menangkap tersangka, petugas telah melakukan pengintaian selama 3 hari.
Berkat kesabaran dan kegigihan petugas, akhirnya tersangka berhasil ditangkap pada Sabtu (6/2) sekitar pukul sekitar pukul 11.30.

Tersangka ditangkap di belakang gedung Kantor Balai Desa Air Itam, setelah dipancing petugas untuk berteransaksi narkoba jenis shabu sabu.

Saat ditangkap petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 paket besar narkoba jenis sabu sabu seberat 1o gram dengan harga Rp10 juta.

Kini tersangka berikut barang buktinya telah diamankan di Satnarkoba Polres Muaraenim untuk menjalani pemeriksaan.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, drama penangkapan tersangka yang merupakan bandar narkoba telah lama menjadi TO petugas ini, tergolong sangat sulit.

Meski demikian, petugas tidak putus asa untuk menangkapnya. Sebelum melakukan penangkapan, terlebih dahulu Kasat Narkoba AKP Bustomi bersama anggotanya, Ipda Teguh dan anggota lainnya telah melakukan pengintaian di kediaman tersangka selama 3 hari.

Tepatnya pada Sabtu (6/2), sekitar pukul 11.30, di mana petugas yang melakukan penyamaran berhasil memancing tersangka untuk berteransaksi barang haram tersebut.

Namun sebelum melakukan penangkapan, terlebih dahulu Kasat Narkoba telah membawa sebanyak 30 orang anggota gabungan Polres Muaraenim tergabung dalam Operasi Antik Musi 2016.
Kemudian petugas memancing tersangka untuk melakukan transaksi narkoba berlokasi di belakang gedung Balai Desa Air Itam.

Tanpa disadari, tersangka menerima ajakan petugas untuk berteransaksi dan bersedia bertemu di belakang gedung Kantor Balai Desa tersebut.

Lantas, tersangka dengan mengendarai sepeda motor mendatangi tempat yang telah ditentukan dengan membawa satu paket besar sabu seberat 10 gram.

Ketika tersangka sampai di lokasi tersebut, tanpa membuang waktu petugas gabungan yang mengendarai enam unit mobil langsung melakukan penyergapan, hingga akhirnya tersangka tidak bisa berkutik lagi.

Selanjutnya, tersangka bersama barang buktinya dibawa menggunakan salah satu mobil petugas. Kemudian tersangka dibawa petugas ke rumahnya untuk melakukan penggeledahan barang bukti lainnya di rumah tersebut.

Namun sialnya, ketika petugas melakukan penggeledahan, ternyata barang haram tersebut diduga telah disembunyikan istrinya ke tempat lain. Sehingga petugas tidak berhasil menemukannya.

Ketika petugas melakukan penggeledahan, tiba tiba istri tersangka berteriak minta tolong. Mendengar teriakan itu, membuat warga desa berdatangan dan mengepung petugas.

Beruntung petugas cepat mengambil tindakan dengan terlebih dahulu menyembunyikan tersangka masuk ke dalam salah satu mobil. Kemudian beberapa petugas membawanya kabur pakai mobil tersebut.
Sehingga massa hanya mengepung petugas yang tengah melakukan penggeledahan di dalam rumah korban yang berjumlah sekitar lima mobil.

Saat itu massa mengepung mobil petugas dengan menutup jalan desa. Meski petugas sudah menjelaskan bahwa mereka anggota Kepolisian dari Polres Muaraenim, namun massa masih tidak menghiraukannya.

Massa meminta petugas untuk melepaskan tersangka. Sehingga antara petugas dan massa difasilitasi Kepala Desa setempat melakukan negosiasi.

Massa dipersilahkan untuk menggeledah satu persatu mobil petugas untuk mencari tersangka. Namun massa tidak berhasil menemukan pelaku, karena tersangka telah duluan dibawa kabur oleh petugas.

Karena massa tidak menemukan tersangka, akhirnya massa membuka akses jalan dan memperbolehkan petugas untuk keluar dari desa itu.

“Alhamdulillah, kami selamat dari kepungan massa. Menangkap tersangka benar-benar menegangkan,” jelas Kasat Narkoba AKP Bustomi didampingi anggotanya Ipda Teguh.

Sementara itu, tersangka kepada petugas mengaku barang haram itu dibelinya dari temannya di Palembang.
Barang itu diambilnya terkadang sampai 1 kilogram. tersangka mengaku barang haram itu diedarkannya di seputaran Desa Air Irtam dan desa tetangga lainnya. Kemudian ada juga orang yang datang ke desanya untuk mengambil barang tersebut.

Kapolres Muaraenim AKBP Nuryanto melalui Kabag Ops Kompol Andi Kumara dan Kasat Narkoba AKP Bustomi dan Kasubag Humas Iptu Arsyad, ketika dikonfirmasi, Minggu (7/2), mengatakan, pihaknya akan memberantas semua bentuk narkoba. (lip)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.