Serangan di Gedung Capitol, Biden Berduka-Perintahkan Bendera Setengah Tiang

Presiden AS Joe Biden

Jakarta, Sumselupdate.com – Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan istrinya, Jill Biden berduka atas meninggalnya seorang polisi karena diserang seorang pria di gedung Capitol pada Jumat (2/4) waktu setempat. Serangan itu juga membuat seorang polisi lainnya terluka dan kini dirawat di rumah sakit.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (3/4/2021), Biden menyampaikan kesedihan atas serangan itu.

“Jill dan saya bersedih mengetahui serangan brutal pada pos pemeriksaan keamanan di area Capitol AS, yang menewaskan polisi Capitol William Evans dan membuat petugas lainnya berjuang untuk hidup,” kata Biden dalam sebuah pernyataan.

Biden juga menyampaikan “belasungkawa mendalam kepada keluarga Petugas Evans, dan semua orang yang berduka atas kehilangannya”. Biden menambahkan bahwa dirinya telah memerintahkan bendera di Gedung Putih untuk diturunkan menjadi setengah tiang.

Diketahui bahwa insiden maut itu terjadi saat seorang pria menabrakkan mobil sedan berwarna biru ke dua petugas kepolisian gedung Capitol pada Jumat (2/4) sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Insiden itu menyebabkan seorang polisi meninggal dan seorang polisi lainnya luka-luka. Pelaku sendiri tewas ditembak aparat saat keluar dari kendaraan sambil memegang sebilah pisau. Dia meninggal di rumah sakit sekitar pukul 13.30 siang.

Menurut BBC yang mengutip dua sumber penegak hukum yang terlibat dalam penyelidikan insiden ini, pelaku penyerangan gedung Capitol tersebut adalah Noah Green, pria berusia 25 tahun asal Indiana.Akibat peristiwa ini, seluruh area gedung Capitol sempat di-lockdown, di mana seluruh pegawai tidak diperkenankan untuk keluar dan masuk.

Namun, beberapa jam kemudian, lockdown dicabut setelah petugas memastikan tidak ada ancaman lain.

Kedua sumber itu mengatakan bahwa tidak ada informasi sebelumnya tentang dia yang ditemukan di database polisi. Tidak disebutkan lebih detail mengenai pria tersebut. Belum diketahui mengenai motif penyerangan tersebut.

Dalam sebuah posting dari pertengahan Maret di halaman Facebook yang sekarang sudah dihapus, Green menulis bahwa dia baru-baru ini meninggalkan pekerjaannya, “sebagian karena penderitaan, tetapi pada akhirnya, untuk mencari perjalanan spiritual”.

Dia menambahkan bahwa dia telah menderita “efek samping obat-obatan yang saya konsumsi tanpa sadar” dan menulis secara ekstensif tentang minatnya pada organisasi agama nasionalis kulit hitam, Nation of Islam.

Seorang juru bicara Facebook mengonfirmasi kepada BBC bahwa halaman itu memang milik Green.

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.