PALI, Sumselupdate.com – Pipa minyak yang ada di wilayah Kabupaten PALI kembali pecah, kali ini milik PT Benakat Barat Petroleum (BBP) Kerja sama Operasi (KSO) dari PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo.
Namun kejadian ini telah berlangsung lebih dari satu bulan dan semburan minyak kondensat masuk ke perkebunan serta sawah warga yang mengakibatkan sebagian tanaman padi mati.
Pecahnya pipa line transfer minyak dari Station Mini #69 ke station mini #06 yang ada di Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI dengan diduga disebabkan karena pro line mengalami keropos.
Meski telah lama berlangsung, bekas tumpahan minyak masih terlihat mengotori anak sungai dan sebagian masuk sawah warga, karena pihak perusahaan hanya menutup pipa yang bocor tanpa membersihkan bekas ceceran minyak yang mengalir sampai ratusan meter.
“Kami telah berusaha menemui petinggi perusahaan, tapi hanya karyawan yang menghadapi warga, sementara kami butuh kepastian dari pihak KSO BBP. Dan kami heran, bukannya dibersihkan malah dibakar, hingga tanaman di sekitar hangus,” ujar Anjas, salah satu warga setempat, Rabu (25/1/2017).
Meski telah dibakar, diakui Anjas tumpahan minyak mentah masih saja tersisa dan masuk sawah warga hingga tanaman padi sebagian mati.
“Kejadian ini telah biasa kami alami, namun karena lokasi di wilayah kami susah dijangkau dan daerah perbatasan, hingga perusahaan santai-santai saja menyikapi setiap kejadian pipa pecah. Kali ini kami minta perusahaan bertanggungawab, apabila ini dibiarkan, maka kami akan adukan masalah ini ke Pemkab PALI,” tandasnya.
Sementara itu, Anggit Widianto Humas PT BBP, mengakui bahwa pipa milik perusahaannya bocor akibat korosi.
“Pipa itu telah tua, peninggalan jaman Belanda. Kejadiannya telah lama dan kami telah lakukan perbaikan dan penutupan serta pembersihan bekas cecerannya. Untuk warga yang terkena dampak telah kami data dan kami minta sabar, sebab kondisi keuangan perusahaan sedang krisis,” ucapnya saat dihubungi. (adj)











