Selain Popularitas Tinggi, Prabowo Termasuk Ketua Parpol Paling Disukai

Jumat, 24 Februari 2023

Jakarta, sumselupdate.com – Survei Litbang Kompas menunjukkan, di antara 18 ketua umum parpol peserta Pemilu 2024, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merupakan sosok ketua umum dengan popularitas tertinggi kedua setelah Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Diketahui, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri memiliki popularitas 94,9 persen, disusul Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, 94,5 persen. Sementara itu, di posisi ketiga dan keempat dari sisi tingkat popularitas, ada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan tingkat popularitas 58,9 persen dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dengan tingkat popularitas 53,1 persen.

Read More

Adapun dari segi akseptabilitas (ketersukaan), Prabowo memiliki akseptabilitas tertinggi (72,2 persen).  Akseptabilitas terbesar berikutnya adalah Megawati 51,8 persen, AHY 37,1 persen, Surya Paloh 33,9 persen, Hary Tanoesoedibyo 32,3 persen.

Survei Litbang Kompas ini juga menunjukkan adanya disparitas dan akseptabilitas di antara 18 ketua umum parpol peserta Pemilu 2024.

Dari aspek popularitas dan akseptabilitas Parpol, Golkar memiliki popularitas 86,3% dan akseptabilitas 54,7%). Pada urutan berikutnya yakni PDIP (popularitas 86,2%; akseptabilitas 49,1%), Demokrat (popularitas 84%; akseptabilitas 55,9%), Gerindra (popularitas 79%; akseptabilitas 51,4%), Nasdem (popularitas 73,7%; akseptabilitas 44%).

Menurut peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu, sosok pimpinan partai politik berpotensi memberikan efek elektoral kepada partai politik. Apalagi, jika hal tersebut juga didukung dengan dua modal sosial lainnya, yakni popularitas dan akseptabilitas partai politik serta diperkuat pula dengan keberadaan basis pemilih tetap yang kuat dan loyal.

Apabila tiga modal sosial tersebut menyatu, sebut Yohan, hal tersebut akan membuka peluang bagi berkembangnya elektabilitas partai politik menuju Pemilu 2024.

”Pada akhirnya, popularitas dan akseptabilitas, yang kemudian diperkuat dengan basis pemilih tetap yang kuat dan loyal, lalu ditopang juga dengan kekuatan sosok tokoh ataupun ketua umum partai, membuat potensi elektabilitas partai terbuka lebar untuk lebih berkembang. Ketiganya menjadi modal sosial yang mampu menopang elektoral partai pada pemilu,” ungkap Yohan.

Survei Litbang Kompas ini berlangsung pada 25 Januari hingga 4 Februari 2023 dengan melibatkan 1.202 responden yang dipilih secara acak di 38 provinsi di Indonesia. Survei ini memiliki margin of error penelitian +/- 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts