Muratara, Sumselupdate.com – Kabupaten Muratara selain sering dihantui bencana banjir dan juga dihantui oleh bencana tanah longsor khususnya pemukiman yang terletak dipinggiran sungai Rupit dan Sungai Rawas.
Akibat hujan deras yang menguyuri wilayah Kabupaten Muratara dalam satu pekan terakhir mengakibat bencana tanah longsor terjadi di wilayah pingiran sungai Rupit RT 11 KBM Kecamatan Rupit, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) Selasa (22/11/2016), tengah malam.
Sehingga membuat satu rumah milik Zainal Abidin (65) harus nyemplung ke sungai. Ironisnya kejadian longsor tersebut saat pemilik rumah sedang tidur pulas, namun dalam kejadian tersebut tidak ada menelan korban jiwa. Hanya saja Abidin mengalami kerugian materil sedangkan barang-barang parabotan rumah sudah diungsikan sejak jauh-jauh hari.
“Saat tanah longsor kami sedang berada di dalam rumah dalam kondisi tidur, namun memang sudah merasa was-was ketika kejadian kami langsung keluar dan untungnya tidak ada menelan korban jiwa serta hanya mengalami kerugian materi saja,” ungkap Zainal pemilik rumah ketika dibincangi sambil mengambil sisa puing-puing bangunan rumah.
Ia mengatakan tanah longsor diakibatkan hujan. Karena tidak memiliki tembok penahan, sehingga setiap kali hujan tanah di belakang rumah miliknya selalu terkikis. Bahkan tiga hari sebelumnya batang duku miliknya sudah longsor, setelah itu tanah di belakang rumahnya tinggal satu meter lagi.
“Ya karena tanahnya tidak ada tembok penahan, sehingga setiap kali hujan kerap kali longsor,” jelasnya.
Senada diakui Romla (55) istri korban, mengatakan sejak sepekan terakhir warga sudah mencemaskan derasnya aliran sungai Rupit ketika musim penghujan. Sehingga mengakibatkan pengikisan tanah di sekitar wilayah pemukiman mereka.
”Sebenarnyo sudah dua minggu ini pengikisan tanah sudah mulai terjadi sehingga mengakibatkan longsor di sejumlah pemukiman warga, tapi karno belum ado tindakan dari pemerintah setempat hingga tanah tersebut terus menerus retak akhirnyo dapur rumah kami jebol, “ungkapnya.
Ia berharap kepada pemerintah agar membangun talut atau tembok penahan, supaya ketika musim hujan atau air sungai rupit pasang air tidak menghempas sehingga mengakibatkan pengikisan tanah tersebut.
“Kita berharap kepada pemerintah supaya dibangun talut atau tembok penahan, supaya tidak terjadi longsor susulan, jika tidak dibangun maka puluhan rumah lainnya akan terjun ke sungai,” cetusnya. (Ain)











