Sandang Gelar KLA, Prestasi Muba Dilirik DPPA Ogan Komering Ulu Timur

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur saat berkunjung ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Muba, Selasa (11/2/2020).

Sekayu, Sumselupdate.com – Kabupaten Musi Banyuasin, provinsi Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin terus mengulirkan prestasi-prestasi yang membawa harum nama Kabupaten, diantaranya Muba sudah menyandang gelar Kabupaten Layak Anak (KLA) 2019 Tingkat Madya.

Prestasi tingkat nasional yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia tersebut, membuat Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur berkunjung ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Muba, Selasa (11/2/2020).

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Hanafi, SE, MM, mengucapkan terima kasih atas penyambutan hangat dari Pemkab Muba melalui DPPA.

Dirinya juga menerangkan bahwa kedatangan pihaknya bertujuan untuk konsultasi, sekaligus belajar dengan dinas Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kabupaten Muba.

“Kami merasa sangat senang bisa berkunjung ke Muba. Kami mendapatkan sambutan yang hangat ini. Selain itu, kita mendapatkan bekal dan mendapatkan ilmu pengetahuan, dan yang pasti kita mendapatkan Link yang bagus untuk Kementerian provinsi dan lain sebagainya,” ucapnya.

Dikatakannya, tips-tips yang berharga juga kami dapatkan dari dinas pemberdayaan perempuan Kabupaten Musi banyuasin dalam mencapai kesuksesan.

“Kami harus banyak belajar disini, karena secara prestasi Muba memang lebih sudah duluan mendapatkan Predikat Kabupaten Layak Anak(KLA). Sedangkan kami baru mau menuju ke sana.

Semoga dengan kunjungan ini, kami mendapatkan Predikat Seperti Musi Banyuasin serta mendapatkan penghargaan-penghargaan yang memang seharusnya bisa kita dapatkan, tetapi untuk sementara ini waktu kami baru berupaya untuk mendapatkannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Musi Banyuasin Muba, Dewi Kartika, SE, MSi, dalam kesempatan inn mengatakan sebagai kabupaten pelopor Kabupaten layak anak maupun kesetaraan gender di Sumatera Selatan, tentu menjadi kewajiban pihaknya sesuai arahan dari Kementerian bahwa kita harus membagi dengan kawan-kawan kita di kabupaten kota lainnya.

Dewi juga memberikan kiat-kiat masalah peraturan pemenuhan Cluster dari Kementerian, diantaranya kiat-kiat bagaimana kabupaten Muba bisa menjadi sekretariat dari upaya pemenuhan dan perlindungan khusus anak.

Dikatakan Dewi, kunjungan kabupaten Ogan Komering Ulu Timur merupakan kunjungan  kelima dari Kabupaten/kota.

“Alhamdulillah, sudah empat kabupaten kota yang ikut kita bimbing, di antaranya kabupaten Muratara, Lubuklinggau, Pali, Musi Rawas dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur yang kelima,” terangnya.

Terakhir, diungkapkan Dewi bahwa kesuksesan Pemerintah Kabupaten Musi banyuasin dalam rangka menciptakan Kabupaten Layak Anak (KLA) adalah adanya sistem artinya bukan hanya kami, semua dinas terkait juga mempunyai peran sendiri untuk menciptakanya

“Seperti, untuk informasi dari Dinkominfo Muba, untuk kesehatan Dinas Kesehatan, dan masalah kependudukan Dinas Capil Muba,” ucapnya.

Lanjut, Dewi menerangkan pihaknya sebagai sekretariat, harus menjamin dan memastikan perangkat daerah lain melaksanakan kegiatannya. Nah jadi termasuk memantau dunia usaha dan lembaga-lembaga masyarakat karena bilang undang-undang nomor 35. Penghargaan itu bukan segalanya hanya imbas dari komitmen yang kita laksanakan sesuai tujuannya. (rel)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.