Jakarta, Sumselupdate.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian resmi melantik mantan Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irjen Pol Drs Firli, MSi menjadi Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel).
Firli menggantikan posisi Irjen Pol Zulkarnain Adinegara yang dirotasi menjadi Kepala Korps Kepolisian Polisi dan Udara (Kakorpolairud) Baharkam Polri.
“Selamat datang kembali ke kampung halaman, saya memberikan apresiasi yang tinggi atas pengabdian yang cukup lama di lingkungan KPK sebagai Deputi Penindakan,” kata Tito di Ruang Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan seperti dikutip dari laman medcom.id, Selasa (25/6/2019).
Tito memberikan tongkat komando dan penyematan lencana serta dilanjutkan pembacaan sumpah jabatan. Usai pelantikan, Firli mengaku siap menjalankan tugas negara sebagai Kapolda Sumatera Selatan.
“Saya pada prinsipnya selaku insan Tribata itu sangat jelas kehormatan saya adalah berkorban untuk masyarakat, bangsa dan negara. Apa itu di NTB, di Sumsel, apakah tempat lain, termasuk pengabdian saya di KPK selama 1,5 tahun itu adalah panggilan negara,” ucap Firli.
Pada pelantikan tersebut, hadir sejumlah petinggi Polri yakni Wakapolri Komjen Ari Dono, Kabareskrim Komjen Idham Azis, dan Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri.
Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo membenarkan pihaknya menarik Irjen Firli dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia ditarik lantaran bakal ditugaskan sebagai Kapolda Sumatera Selatan.
Dedi menyebut pemilihan pada Firli lantaran dia memiliki kedekatan dengan masyarakat di Sumatera Selatan. Firli juga mampu menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sumsel.
“Baik dalam rangka untuk menciptakan kamtibmas yang ada di Sumsel maupun berkomunikasi dengan seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda yang ada di Sumsel,” ucap Dedi.
Dedi menuturkan rekam jejak Firli sebagai kapolda di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu alasan penarikan dan promosi tersebut. Dia sukses menjaga kamtibmas di NTB dari kelompok teroris.
“Karena di NTB ada beberapa wilayah yang cukup rawan dengan kelompok-kelompok terorisme. Beliau cukup berhasil,” terang jenderal bintang satu itu.
Polri menarik kembali Irjen Firli dari lembaga anti-rasuah. Surat penarikan Firli diterima KPK pada Selasa, 11 Juni 2019.
“KPK menerima Surat dari Kapolri tertanggal 11 Juni 2019 perihal pengembalian penugasan anggota Polri di lingkungan KPK atas nama Irjen Pol Drs Firli Msi,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo melalui pesan singkat, Jakarta, Kamis, 20 Mei 2019.
Agus mengatakan Firli ditarik karena pembinaan karier. Korps Bhayangkara bakal menugaskan Firli dalam jabatan baru. (hyd/mdc)











