Palembang, Sumselupdate.com – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA di Sumsel diakui bahwa tak mampu 100 persen bisa menjalani sistem ujian baru ini.
Bahkan di rayon 12, dari delapan SMA, hanya SMA PGRI 1 Palembang yang terdaftar dan mampu menjalankan proses UNBK. Sementara tujuh sekolah dengan manual yakni Ujian Nasional Kertas Pensil (UNPK).
“Di Rayon 12, hanya kita yang melaksanakan UNBK, termasuk SMA Negeri 12 Palembang karena memang kita sudah persiapan lama,” ujar Kepala SMA PGRI 1 Palembang, M Zulkarnain, SE, MPd disela-sela memantau UNBK di sekolahnya, Selasa (11/4/2017).
Disebutkannya, dari 12 rayon mencakup delapan sekolah, baik SMA Negeri maupun swasta, terdiri dari SMA N 12 sebagai kepala rayon, SMA N 20, SMA Syahyakirti, SMA Bina Lestari, SMA Teladan, SMA Diponegoro, SMA Muhammadiyah dan PGRI 1 Palembang.
“Kita bagi dengan dua sesi, yakni sesi pertama 7.30 sampai 9.30 dan sesi kedua 10.30 sampai 12.30, dengan ketersediaan 20 komputer,” jelasnya.
Zulkarnain menambahkan, pelaksanaan banyak kendala mulai dari komputer, LAN, teknisi yang harus disiapkan karena jika siswa terkendala teknis, maka teknisi sangat dibutuhkan.
“Termasuk genset, kita terpaksa sewa. Tapi tidak apa-apa demi kelancaran UNBK dari pemadaman listrik,” tandasnya. (sbw)











