Palembang, Sumselupdate.com – Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah tahun ini sangat berbeda bagi warga yang menjadi korban kebakaran di Jalan Kemas Rindo, Gang Santai, Kelurahan Ogan Baru, Sungki, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.
Sebanyak 113 kepala keluarga di Gang Santai tersebut tak bisa sepenuhnya merayakan hari besar Islam ini. Mereka kehilangan tempat tinggal yang selama ini tempat mereka berteduh.
Rasa kehilangan yang dirasakan warga pasca-kebakaran yang terjadi 10 Juli 2019 lalu, mengetuk lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumsel mencoba menghibur dengan cara yang unik.
Melalui Tim Global Qurban ACT Sumsel menyumbangkan satu ekor sapi. Namun daging hewan kurban tersebut tidak dibagikan mentah, namun sudah dimasak untuk disantap bersama-sama.
Untuk menghadirkan masakan hewan kurban dengan rasa yang berbeda, Tim Global Qurban ACT Sumsel mendatangkan chef handal dari Indonesian Chef Independent (ICI) dan Palembang Cullinary Community (PCC).
Makan bersama yang digelar di lokasi kebakaran, Selasa (13/8/2019) sore tadi, kian semarak menyusul hadirnya Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda.
Fitrianti Agustinda tidak sendiri. Wakil Walikota Palembang itu didampingi Kadinsos Palembang, Faizal AR, camat, lurah, dan pejabat lainnya.
Ardiansyah, Branch Manager ACT Sumsel dalam sambutannya menjelaskan, pembagian hewan kurban di Gang Santai Palembang ini merupakan satu dari sepuluh titik dari program yang sama yang dilakukan ACT Sumsel.
Sepuluh titik pembagian hewan kurban dikhususkan di wilayah yang terpapar risiko kemanusiaan di antaranya di Kabupaten Lahat, Pagaralam, OKU, OKU Timur, Muba, Banyuasin, dan Kabupaten Ogan Ilir.
“Untuk tahun ini ACT berhasil menghimpun 300 setara kambing. Hewan kurban ini sudah disalurkan ke berbagai wilayah yang terpapar risiko kemanusiaan, khususnya wilayah yang pernah terjadi bencana alam namun masih butuh proses recovery, seperti Lombok, Palu. Beberapa juga saudara-saudara kita yang ada di luar yakni Somalia yang kekeringan maupun Rohingya. Dan lebih khusus lagi di Kota Palembang. Di Provinsi Sumatera Selatan kita bagi sepuluh titik pembagian hewan kurban,” kata Ardiansyah.
Menurut Ardiansyah, pembagian hewan kurban dengan cara dimasak di Kota Palembang ini merupakan tahun kedua. Khusus di Gang Santai ini tujuannya untuk mengalirkan kebahagiaan bagi para korban kebakaran.
Sementara itu, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengapresiasi langkah ACT Sumsel yang sangat peduli terhadap warga yang tertimpa musibah. Langkah ACT Sumsel patut menjadi contoh untuk lembaga lain.
Fitrianti mengaku, akan terus memantau perkembangan korban kebakaran di Gang Santai hingga warga yang tertimpa musibah ini dapat mendirikan rumah lagi.
Pada kesempatan tersebut, Fitrianti menekankan agar anak-anak korban kebakaran jangan sampai putus sekolah.
“Apapun yang terjadi anak-anak harus tetap sekolah. Apalagi setahu saya bantuan seragam sudah dibagikan, bantuan buku sudah juga dibagikan. Maka dari itu harapan saya anak-anak jangan sampai putus sekolah,” ujar Fitrianti lagi.
Untuk Hari Raya Idul Adha kali ini, Fitrianti mengatakan, dirinya membawa bantuan satu ekor sapi untuk dibagikan kepada seluruh korban kebakaran.
Sebagaimana diketahui, pada pada 10 Juli 2019 lalu, musibah kebakaran menimpa di kawasan pemukiman padat penduduk tersebut.
Peristiwa kebakaran yang melanda empat RT dan menghanguskan 113 rumah tersebut menjadi duka mendalam bagi warga Sumsel. Bantuan pun datang dari berbagai pihak.
Tim Emergency Response ACT Sumsel sendiri sudah ada di lokasi beberapa jam setelah kebakaran terjadi, Relawan ACT membantu evakuasi para korban dan harta bendanya.
Tim Emergency Response ACT Sumsel juga membuka posko bantuan di lokasi guna membantu meringankan bantuan untuk penyintas kebakaran itu. (edo)











