PALI, Sumselupdate.com – Memasuki musim kemarau panjang, membuat sebagian warga Kabupaten PALI kesulitan mendapatkan air bersih. Seperti yang dialami ratusan warga Dusun III, Sebadak Desa Sinar Dewa, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.
Para warga terpaksa harus rela bergiliran untuk mendapat air bersih dari satu sumur yang dimiliki warga setempat.
Sedangkan untuk keperluan mandi dan mencuci warga mengandalkan air waduk yang keruh dan berwarna kecoklatan, juga ditumbuhi tanaman air yang menutupi permukaan waduk.
Seperti yang disampaikan Samsudin (54), warga dusun Sebadak yang merupakan pemilik sumur. Dirinya mengaku setiap hari warga selalu antri dan bergiliran untuk menimba dan mengambil air sumur miliknya yang berkedalaman sekitar 6 meter ini.
“Sehari tiga sampai empat kali warga mengambil karena banyak warga yang bergiliran mengambilnya. Air sumur inipun kurang jernih, masih agak kecoklatan, namun inilah kondisi air paling jernih di wilayah kami ini.” ungkapnya kepada Sumselupdate.com.
Sedangkan untuk keperluan mandi dan mencuci, lanjut Samsudin, warga menggunakan air waduk yang keruh dan bercampur lumut.
“Kalau mandi dan mencuci warga menggunakan air waduk, tetapi kondisi airnyapun sangat keruh dan kotor. Sebelum mandi atau mencuci warga harus menyingkirkan tumbuhan air yang menutupi permukaan waduk,” imbuhnya.
Sementara Kepala Desa Sinar Dewa, Heri berharap agar pemerintah bisa memberikan solusi untuk mangatasi krisis air bersih, khususnya di tengah musim kemarau seperti saat ini.
“Desa kami ini sulit sekali mencari sumber air bersih apalagi pada saat musim kemarau, pernah beberapa kali kami membuat sumur bor, tapi gagal,” ujar Heri.
Heri berharap, ada bantuan pemerintah untuk membuat penampungan air yang kapasitas besar atau dialiri air bersih melalui Perusahaan Air Minum (PAM).
“Kalau terlalu jauh untuk menyalurkan jaringan PAM, kami mengusulkan kepada pemerintah untuk mengalirkan air dari Danau Batang Hari Siku yang ada di Desa Karta Dewa di mana tidak pernah kering sepanjang tahun dan airnya sangat jernih, tinggal mencari penampungan yang kapasitas besar,” jelas Heri. (adj)











