Palembang, Sumselupdate.com – Setelah sukses mengikuti pelaksanaan character building tahap pertama di Pantai Tanjung Pesona Sungai Liat, Kepulauan Bangka Desember tahun lalu, atlet dan pelatih yang tergabung dalam Program Pembinaan Sriwijaya 2020 KONI Sumsel kembali mengikuti character building tahap dua.
Pelaksanaan tahap kedua tahun ini berlangsung di kawasan pantai tanjung tinggi kepulauan Belitung, pada 22 -25 Desember dengan jumlah peserta sebanyak 165 orang, terdiri dari atlet, pelatih, pengurus KONI Sumsel serta beberapa perwakilan KONI Kabupaten dan kota di Sumsel.
Kegiatan ini, juga dihadiri langsung oleh Ketua Umum KONI Sumsel H Alex Noerdin pada Sabtu (22/9) di Hotel Fairfield Mariot, Kabupaten Belitung. Alex menyempatkan dirinya membuka kegiatan character building sekaligus juga ajang bersilaturahmi dengan pelaku olahraga Sumsel.
Dalam sambutannya yang cukup singkat, Alex hanya menekankan kepada seluruh atlet dan pelatih yang masuk dalam Program Sriwijaya 2020 untuk persiapan PON di Papua, agar semuanya harus betul-betul serius dalam mengikuti semua program.
“Ayo semuanya bersatu, harus betul-betul serius dan jangan sampai lagi ada intrik-intrik yang justru merugikan atlet. Kalau memang atlet tersebut memiliki peluang yang besar, ya kenapa tidak, tapi jangan sampai ada unsur suka atau tidak suka,” imbuhnya.
“Marilah semuanya bersatu bersama-sama memajukan olahraga di Sumsel, kita sudah punya semua fasilitas sarana olahraga di Jakabaring Sport City yang berkelas internasional, jadi harus betul-betul dimanfaatkan. Semua even tingkat Asian bahkan dunia bisa kita laksanakan di Sumsel, jadi kalau kita mau kita bisa,” tegas Alex.
Ketua Pelaksana kegiatan character building yang juga Kadispora Sumsel H Akmad Yusuf Wibowo menyampaikan dalam laporan sambutannya, kegiatan tersebut terlaksana didasarkan dengan Program Pembinaan Sriwijaya 2020, selain itu juga sebagai tindak lanjut bentuk kerja sama Pemerintah Sumsel dengan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung yang telah dituangkan dalam bentuk MoU.
“Jadi memang kita sudah melakukan MoU kepada pihak Provinsi Bangka Belitung dalam hal pelaksanaan berbagai program dan membina atlet andalan Sumsel. Kalau tahun lalu sudah dilaksanakan di kota Bangka, untuk tahun ini kita laksanakan di Belitung, jadi memang sudah ada bentuk kerja sama,” jelas Yusuf.
Dibeberkan nya, untuk jumlah peserta keseluruhan sebanyak 165 orang yang terdiri dari, atlet 110 orang, pelatih 31 orang, Pengurus Sriwijaya 2020 dan KONI Sumsel 20 orang, kemudian di tambah juga perwakilan dari KONI kabupaten dan kota sebanyak 4 orang.
“Adapun materi yang disampaikan terdiri dari beberapa penyampaian motivasi dan permainan outbond oleh narasumber dari Bapak Dr. RahmanWidohardono, M.Sc dari Surabaya, kemudian Ibu Weny Ramdiahastuti dari Pemimpin Redaksi, Pembelajaran Komunikasi kemudian juga Out Bond dari pihak Korem 044 GAPO,” katanya.
Ditambahkannya lagi, tujuan kegiatan ini juga merupakan Peningkatan motivasi Atlet dan Pelatih Program Pembinaan Sriwijaya 2020 menuju PON 2020 di Papua, kemudian memperkuat kerja sama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan Pemerintah Bangka Belitung, dan juga sekaligus refreshing atlet, untuk menghilangkan kejenuhan akan proses berlatih.
Sementara itu, pelaksanaan kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh Wakil Ketua Umum 2 KONI Sumsel H Dhennie Zainal, Sekretaris Umum H Akhmad Taqwa, serta beberapa pengurus KONI Sumsel lainnya. Dalam teknis pelaksanaannya, seluruh atlet tampak antusias dan semakin menunjukkan karakter yang sangat baik dalam setiap kebersamaan.
Diawali dengan meteri yang disampaikan oleh Weny Ramdiahastuti mengenai bagaimana agar atlt tidak demam panggung saat bertanding termasuk juga dalam situasi saat menghadapi wawancara oleh wartawan. Selain itu juga diterangkan mengenai pemanfaatkan sosial media dalam mengekspresikan diri.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Dr. Rahman Widohardono, M.Sc yang pernah tergabung dalam satlak prima. Materi yang diberikan berupa program peningkatan kepercayaan diri bagi setiap atlet, dirinya pernah menyampaikan ada tiga fase periodesasi coaching dalam mempersiapkan kompetisi, fase pertama persiapan umum, fase dua persiapan khusus dan fase tiga kompetisi.
Bagi atlet tidak hanya dengan gerakan-gerakan saja, tapi ada hal yang lebih dari itu yakni latihan yang dilakukan terus menerus, kemudian situasi yang dilihat seperti apa untuk mempengaruhi keyakinan kita, kemudian percaya diri tentang kemampuan yang ada.
Sementara dihari terakhir, seluruh peserta character building mengikuti out bond yang dipandu langsung oleh tim dari Korem 044 GAPO. Dikegiatan ini, seluruh atlet dibekali dengan semangat jiwa korsa, kekompakan, kebersamaan, kejujuran, dan kedisiplinan. (rel)











