Laporan: Diaz Erlangga
Palembang, Sumselupdate.com – Sebanyak 23 personel yang terlibat dalam pengungkapan kasus penyelundupan baby lobster yang baru baru terjadi di wilayah hukum Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) mendapat penghargaan dari Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri.
Diketahui, Ditpolairud Polda Sumsel baru-baru ini menangkap sembilan orang yang terduga oknum yang menyelubdupkan baby lobster, sebanyak 616.800 ekor senilai Rp52 miliar serta mengamankan kapal hantu 800 PK.
Dari ke 23 personel Polairud tersebut, tiga di antaranya mendapat penghargaan VICVAPA BRAHMAGOLA MADYA yang diterima oleh Direktur Ditpolairud Polda Sumsel Kombes Pol YS Widada, Kompol Budi Santoso, dan Kompol Christoper Silohot Panjaitan. Dan 20 personel lainnya mendapat VICVAPA BRAHMAGOLA PRATAMA.
Penghargaan ini pun diberikan secara langsung Komjen Pol Arief didampingi Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto, MH di Mako Polairud Polda Sumsel, Rabu (18/5/2022).
Menurut Komjen Pol Arief, penghargaan tersebut diberikan mengandung arti perlindungan menyeluruh terhadap alam semesta.
Di dalamnya terkandung tanggung jawab besar terhadap perlindungan alam hingga keamanan dan Katabidmas.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH yang telah melaksanakan tugas dengan memimpin Polda Sumsel dengan baik,” ujarnya di sela-sela kegiatan pemberian penghargaan.
Menurutnya, penegakan hukum terhadap Kapal Hantu merupakan hal yang sangat sulit dilakukan tapi Ditpolairud Polda Sumsel berhasil mengungkap kasus kejahatan di perairan.
“Untuk menangkap Kapal Hantu, kita harus berhati malaikat. Di mana kita memiliki niat yang bersih, menjalankan tugas dengan ikhlas akan mampu mencapai hasil, seperti yang dilakukan ini mengungkap kasus penyelundupan benih lobster dan mengamankan pelakunya,” jelasnya.
Lebih lanjut Komjen Pol Arief mengatakan, Polri tidak bisa bekerja sendirian tanpa adanya dukungan dari masyarakat yang ikut serta dalam menciptakan Kamtibmas hingga keamanan di wilayah Indonesia maupun Sumsel.
“Untuk itu harus adanya komunikasi hingga hubungan yang harmonis antara kita dengan masyarakat sehingga beberapa hal dapat dilakukan pencegahannya,” bebernya.
Tidak hanya jajaran Polairud bisa mendapatkan penghargaan ini tapi siapa saja bisa asalkan memedidikasikan untuk Katabidmas.
“Kita harapkan penghargaan ini dapat memotivasi kita bersama untuk hal Katabidmas maupun lainnya,” tutupnya.
Dalam giat pemberian penghargaan tersebut dihadiri Kakorpolairud Irjen Drs Indra Mirza,Msi, Dirpolair Polri Brigjen Pol M.Yassin Kosasih, SIK, MSi, Dirpoludara Polri Brigjen Pol Drs Sumego Adi Soetojo.
Turut hadir Karo Renmin Brigjen Pol Agung Julianto, MSi, Pati Baharkam Brigjen Pol Drs Benny Setiawan, dan Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan, SIK, SH, MH. (**)











