Puasa dan Lebaran Dongkrak 45% Target Penjualan Ritel

Selasa, 14 Juni 2016
Pasar modern (ilustrasi)

Jakarta, sumselupdate.com – Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) menargetkan momentum puasa dan hari raya Idul Fitri dapat mendongkrak penjualan produk ritel dan menyumbang 45 persen dari target penjualan Rp200 triliun pada tahun ini.

Menurut Ketua Umum Aprindo, Roy Mandey, pertumbuhan penjualan produk ritel pada kuartal I 2016 melambat, hanya tumbuh sekitar 9-10 persen. Padahal, pada tiga bulan pertama 2015 pertumbuhannya menyentuh 18-20 persen.

Meski demikian, Roy optimis target penjualan produk ritel sebesar Rp200 triliun tercapai di tahun ini. Harapan ini disandarkan pada pola konsumsi masyarakat, yang biasanya meningkat saat puasa atau jelang lebaran. Menurutnya, ada potensi penjualan produk ritel hingga sekitar Rp90 triliun selama Ramadhan atau 45 persen dari target.

“Mudah-mudahan di bulan Ramadhan ini, terjadi recovery penjualan sehingga industri retail yang tahun lalu terpuruk dengan tingkat pertumbuhan rata-rata bisa 8-9 persen, tahun ini bisa tumbuh di kisaran 10 hingga 12 persen,” tutur Roy kepada awak media di Thamrin City, Jakarta, Selasa (14/6).

Roy pun yakin, permintaan masyarakat terhadap produk ritel pada Ramadan tahun ini akan lebih baik dibandingkan Ramadan tahun lalu. Tahun ini, lanjutnya, animo belanja masyarakat sudah mulai membaik. Ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia per Mei 2016 yang menyentuh 112,1 poin atau lebih tinggi 3,1 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

“Baru beberapa hari ini kita berpuasa, kurang lebih sudah ada peningkatan penjualan sekitar 10 persen dibandingkan biasanya,” ujarnya.

Roy menambahkan, dari sisi harga, Ramadan tahun ini harga produk ritel, baik sandang maupun pangan, relatif stabil. Ini dibuktikan dengan inflasi yang masih terjaga di bawah target 4 persen.Jikapun terjadi tingginya harga eceran di pasar tradisional, itu dinilainya sebagai akibat panjangnya rantai distribusi dan tata niaga. “Itu adalah PR (pekerjaan rumah) pemerintah untuk bisa memperbaiki tata niaga dan tata kelolanya,” pungkas Roy. (cnn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts