Palembang, Sumselupdate.com –Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin dipercaya menjadi pembicara pada Forum Internasional Oslo REDD Exchange 2016 di Norwegia, Selasa, (14/6).
Staf Ahli Gubernur Sumsel bidang Perubahan Iklim Najib Asmani mengatakan, dipilihnya Gubernur Sumsel H Alex Noerdin karena peran vital Sumsel dalam menggalang kekuatan untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
“Seperti pada Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim COP Paris pada Desember 2015, Gubernur Sumsel sudah menyampaikan isu permasalahan terkait perubahan iklim. Bahkan apa yang dinyatakan Alex Noerdin ini mengundang perhatian dunia,” kata Najib.
Sebagai buktinya, setelah itu Sumsel banyak mendapatkan simpati dunia atas kejadian kebakaran hutan dan lahan yang hebat pada 2015 menghanguskan sekitar 700 ribu hektar.
Sebanyak enam Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) internasional asal Belanda, Inggris, dan Norwegia mendeklarasikan organisasinya sebagai bagian dari kemitraan pengelolaan lanskap di Sumsel
Enam LSM itu, The Sustainable Trade Initiative (IDH) Belanda, United Kingdom Climate Change Unit (UKCCU) Inggris, NICFI Norwegia, Zoological Society of London (ZSL) Inggris, Yayasan Belantara, dan Gesellschaft f’r Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Bio Clime Belanda.
Keenam LSM itu menandatangani nota kesepahaman bersama di Palembang, baru-baru ini.
Selain itu, di dalam negeri, Pemerintah Provinsi Sumsel yang diwakili Gubernur Sumsel H Alex Noerdin juga menggandeng Asia Pulp And Paper dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit masuk dalam deklarasi kemitraan pengelolaan lanskap tersebut.
“Model pengelolaan hutan secara bersama dan berkelanjutan yang dilakukan Sumsel ini menarik perhatian dunia,” katanya.
Perhatian dunia terhadap Sumsel juga ditunjukkan dengan dipercaya menjadi tuan rumah forum internasional restorasi lanskap Bonn Challenge III pada Juli 2016 dengan diikuti delegasi dari 50 negara.
Sumsel sendiri telah menarik perhatian dunia pada saat peristiwa kebakaran hutan dan lahan pada 2015, karena terdapat setidaknya 736.563 hektare lahan yang terbakar dan 74 persennya berada di dalam area konsesi perkebunan HTI. (ril)











