Baturaja, Sumselupdate.com – Proyek PDAM Ogan Komering Ulu (OKU) senilai Rp 55 miliar berupa tempat pengelolaan air bersih berkapasitas 60 liter per detik di Trans Batumarta, Kecamatan Lubuk Raja akan dibangun.
“Mulai tahun depan proyek pembangunan tempat pengelolaan air bersih itu akan mulai dikerjakan. Dananya berasal dari pusat dan APBD OKU,” ujar Direktur Utama PDAM OKU H Abikusno melalui Kepala Teknik Asril, saat dibincangi wartawan Selasa (26/9/2017).
Dia menjelaskan, jika sudah selesai dibangun, maka ditargetkan 5.000 warga Trans Batumarta bisa menikmati layanan air bersih dari PDAM OKU.
“Proyek ini mudah-mudahan bisa diselesaikan dalam waktu dua tahun. Mengenai dana pembangunannya berasal dari bantuan pusat sebesar Rp50 miliar, sedangkan Rp5 miliar lagi sharing dari Pemkab OKU,” bebernya.
Di OKU sendiri kata Asril, selama ini sudah memiliki lima alat pengelolaan air bersih dengan kapasitas rata-rata 50 liter per detik, yaitu di kantor pusat Tanjung Baru, Bakung, Tanjung Agung dan Batu Kuning. “Rata-rata bisa melayani sebanyak 4.000 sambungan,” tegasnya.
Sementara untuk jumlah pelanggan, Asril mengatakan, sampai Agustus 2017 tercatat ada 12.389 pelanggan aktif yang menikmati layanan air bersih dari PDAM OKU.
“Angka itu belum ditambah dengan jumlah pelanggan khusus yang mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat agar bisa memasang sambungan PDAM baru dengan harga relatif murah yakni Rp500 ribu per kepala keluarga.
Data terakhir yang saya terima jumlah pelanggan khusus ini ada sebanyak 831 orang yang tersebar di Kecamatan Baturaja Timur, Baturaja Barat, Lubuk Raja dan Lengkiti,” katanya.
Program bantuan pemasangan baru jaringan PDAM untuk keluarga pra sejahtera tersebut lanjut Asril, pada 2017 ini dananya dianggarkan sebesar Rp3,7 miliar yang berasal dari bantuan pemerintah pusat.
“Yang mengerjakan proyek ini adalah Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat OKU. Kita hanya sebatas mendata warga yang layak menerima saja,” tegasnya.
Dia berharap, program pro rakyat kecil ini bisa terus direalisasikan setiap tahunnya, sehingga tidak ada lagi warga OKU yang kesulitan mendapatkan air bersih. (wid)











