Propaganda Kaum Anti Vaksin Corona Menggaung di Facebook

Rabu, 22 Juli 2020
Ilustrasi

Jakarta, Sumselupdate.com – Gaung anti vaksin Corona bergema cukup kencang di media sosial semacam Facebook. Hal itu menjadi perhatian tersendiri bagi Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock.

Konten propaganda anti vaksin ternyata laris. Dikutip detikINET dari Guardian, dilaporkan sekitar 60 juta orang di Amerika Serikat dan Inggris menyukai konten semacam itu di media sosial.

Read More

Fenomena itu sampai menjadi bahasan di parlemen Inggris. Politisi dari Partai Buruh, Chris Elmore, menyebut bahwa konten anti vaksin di medsos harus dicegah dan Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, diminta untuk sigap menangkalnya.

Hancock menyebut dia sudah berkomunikasi dengan Nick Clegg, Head of Global Affairs and Communications Facebook. “Perusahaan media sosial punya tanggung jawab penting dan mereka telah melakukan beberapa aksi dan saya menghargai mereka untuk itu,” cetus Hancock.

“Tidak hanya Facebook dan Instagram yang beraksi, tapi kami akan berdiskusi aksi apalagi yang bisa diambil untuk memastikan orang yang propaganda kebohongan tentang vaksin tidak bisa menyebarkannya,” tambah dia.

Laporan The Anti-Vaxx Industry dari lembaga Center for Countering Digital Hate, menyebutkan bahwa makin banyak orang Inggris anti vaksin Corona lantaran terpapar konten menyesatkan di media sosial.

“Menkes perlu memberitahu Facebook untuk menegakkan aturan mereka sendiri dan menghapus akun anti vaksin di platformnya dengan jutaan follower, sebagian eksis untuk menjual pengobatan yang tidak terbukti atau membahayakan,” sebut Imran Ahmed, pimpinan lembaga itu.

“Dia harus bertanya kenapa Facebook melanggar janjinya tidak mengambil untung dari kaum anti vaksin dengan menerima iklan yang mempromosikan misinformasi antik vaksin,” sergahnya.

Menanggapi berbagai tekanan itu, pihak Facebook menyatakan mereka sudah mengambil tindakan terhadap para anti vaksin. “Kami bekerja untuk menghentikan misinformasi berbahaya agar tak menyebar di platform kami dan kami telah menghapus ratusan ribu misinformasi terkait COVID-19,” tutur juru bicara Facebook. (adm3/dtc)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts