PALI, Sumselupdate.com – Jembatan gantung yang melintang di atas Sungai Lematang penghubung Desa Berugo dan Tanjung Dalam, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim yang beberapa waktu lalu dikabarkan mengalami kerusakan dan menghambat aktivitas warga di kedua desa mulai dilakukan perbaikan.
Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM Putranto, S.Sos. yang menerima informasi tentang kerusakan jembatan ini, dengan cepat memerintahkan Dandim 0404/Muara Enim Letkol Inf Teady Aulia Mulya Aji, S.E untuk meninjau dan melaksanakan survey pada 5 Februari untuk tindak lanjut pelaksanaan perbaikan. Sementara itu pelaksana di lapangan, telah disiapkan prajurit dari Yonzipur 2/SG yang dikomandoi oleh Mayor Czi Zamroni.
Kondisi jembatan sepanjang sekitar 200 meter dengan lebaran 1,8 meter yang dibangun Pemkab Muaraenim 2006 lalu itu memang cukup rapuh, pada bagian alas hanya menyisakan beberapa keping papan, besi penyanggah banyak yang putus dan bebwrapa pipa penyanggah keropos sehingga tidak bisa lagi dilalui oleh masyarakat.
Respon cepat unsur-unsur Kodam II/Swj ini ternyata membuahkan hasil. Sehari setelah dilakukan survey dan sosialisasi, keesokan harinya, pada 6 Februari para prajurit Kodam II/Swj telah memulai pekerjaannya. Hari ini Karya Bakti yang dilaksanakan Kodim 0404/Muaraenim dan Yonzipur 2/SG bersama masyarakat ini ditinjau langsung oleh Mayjen TNI AM. Putranto, S.Sos., didampingi Aster Kasdam II/Swj Kolonel Inf Rionardo.
Saat ditemui di lokasi karya bakti, Pangdam menuturkan, mendapatkan informasi tentang kondisi jembatan ini langsung Bapak Kasad.
“Selanjutnya saya perintahkan Dandim mengecek posisinya, hari itu juga kita survey dan hari keduanya kita kerja. Saya dibantu Pemda dan PT. MHP (Musi Hutan Persada) bergotong royong memperbaiki ini. Saya harap masyarakat di sini termasuk yang di seberang bisa menggunakannya dengan baik, sehingga perekonomian akan lebih lancar,” katanya.
Jembatan gantung itu begitu vital, karena harus berjalan melambung sekitar 8 Km jika kondisinya terputus. “Anak-anak sekolah yang dari sini tetap harus kesana, bisa dibayangkan kalau mereka menjadi korban, terjatuh dan sebagainya. Jadi, tujuan utama adalah kita menyelematkan generasi muda untuk tetap bisa bersekolah dan kami targetkan tiga minggu jembatan ini selesai diperbaiki”, imbuh Pangdam II/Swj.
“Karya Bakti prajurit Kodam II/Swj dari Kodim 0404/Muara Enim dan Yonzipur-2/SG ini, bukan pekerjaan yang ringan. Hembusan angin yang kencang, menyebabkan badan jembatan selalu bergoyang sehingga diperlukan penguatan pada konstruksi jembatan. Berdasarkan data, jembatan ini sudah 2 kali diadakan perbaikan, pada tahun 2009 dan 2014. Namun pada akhir tahun 2016, kembali mengalami kerusakan.” terang Dandim 0404/Muara Enim yang hadir di lokasi kegiatan mendampingi Pangdam II/Swj.
Sebelumnya Kepala Desa Berugo Desi Aryani menuturkan kerusakan jembatan tersebut sudah terjadi setahun lalu dan keberadaannya sangat dibutuhkan warga karena menjadi akses pergi ke kebun, aktivitas warga sehari-hari dan jalan terdekat anak-anak menuju ke sekolah. Memang ada alternatif lain, warga menyeberang sungai yaitu dengan menumpang ketek, namun harus mengeluarkan uang untuk ongkos.
Di sela-sela kunjungannya, Pimpinan TNI AD di wilayah Sumbagsel itu juga menyempatkan diri berpesan kepada para prajurit Kodim 0404/Muara Enim, Yonzipur 2/SG dan anggota Kepolisian agar bekerja dengan hati, penuh keikhlasan dan hanya mengharap Ridho dari Tuhan, bukan semata-mata mengejar jabatan. Dimanapun berada, mudah-mudahan ada manfaatnya dan selalu siap membantu setiap kesulitan masyarakat.
Melihat pekerjaan itu cukup beresiko, Pangdam II/Swj juga menekankan kepada prajurit dan warga yang membantu agar mengutamakan faktor keamanan. Sebelum mengakhiri kunjungannya, Pangdam II/Swj meminta pengertian kepada warga setempat, karena selama proses perbaikan untuk sementara masyarakat tidak bisa menggunakan jembatan dan mohon doa restu agar kegiatan dapat berjalan dengan aman. (adj)











