Pagaralam, Sumselupdate.com – Di balik seragam dan ketegasan saat menjalankan tugas, polisi wanita (Polwan) membawa wajah lain dari institusi kepolisian: pelayanan yang humanis, ketangguhan, serta kepedulian terhadap masyarakat. Momentum Hari Jadi Polwan menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki kontribusi penting dalam menjaga keamanan sekaligus membangun kedekatan Polri dengan masyarakat.
Perjalanan Polwan di tubuh Polri bukan sekadar tentang bertambahnya usia institusi. Lebih dari itu, setiap peringatan menjadi ruang untuk meneguhkan kembali peran polisi perempuan agar semakin profesional dalam menjalankan tugas, namun tetap mengedepankan sisi humanis dalam memberikan pelayanan.
Kapolres Pagaralam AKBP Adam Purbantoro S.Ik melalui Kasat Lantas AKP Windya SH mengatakan, Hari Jadi Polwan harus dimaknai sebagai momentum untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian.
“Selamat Hari Jadi Polisi Wanita. Semoga di usia yang semakin matang, Polwan semakin profesional, humanis, tangguh dan presisi dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata AKP Windya.
Menurutnya, tuntutan terhadap Polwan tidak berhenti pada kemampuan menjalankan tugas kepolisian. Polisi perempuan juga diharapkan mampu menjadi sosok yang dapat memberikan inspirasi, baik di lingkungan institusi maupun di tengah masyarakat.
Baca juga: Empat Polwan Pimpin Kasatres PPA/PPO di Polres Jajaran Polda Sumsel
Sebab, kehadiran Polwan memiliki ruang pengabdian yang luas. Dalam berbagai situasi, polisi perempuan dapat menjadi jembatan komunikasi yang menghadirkan pendekatan lebih persuasif, terutama ketika berhadapan dengan kelompok masyarakat yang membutuhkan sentuhan pelayanan yang lebih humanis.
“Polwan harus terus menjadi sosok perempuan yang inspiratif, berintegritas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi institusi Polri, bangsa dan negara,” ujarnya.
Di tengah perkembangan tantangan keamanan dan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin tinggi, profesionalitas menjadi bagian yang tidak bisa ditawar. Setiap tugas harus dilaksanakan dengan disiplin, tanggung jawab dan integritas.
Namun profesionalitas tersebut, kata Windya, harus berjalan beriringan dengan sikap humanis.
Baca juga: Barikade Polwan Ditarik Mundur, Ribuan Mahasiswa Berhasil Masuk Halaman DPRD Sumsel
Masyarakat tidak hanya membutuhkan polisi yang mampu menegakkan aturan, tetapi juga sosok yang mampu mendengarkan, memahami persoalan dan memberikan pelayanan secara tulus.
Semangat tersebut menjadi bagian dari pesan Hari Jadi Polwan: bahwa kekuatan polisi perempuan bukan hanya terletak pada ketegasan, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan rasa aman melalui pendekatan yang dekat dengan masyarakat.
“Semangat Polwan untuk terus mengabdi, melindungi, mengayomi dan melayani dengan sepenuh hati. Polwan Presisi, Indonesia Maju,” tegasnya.
Bagi Polwan, seragam bukan hanya simbol kewenangan. Di dalamnya terdapat tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan publik. Setiap senyum ketika melayani, setiap tindakan ketika membantu masyarakat dan setiap keputusan yang diambil dengan integritas menjadi bagian dari wajah Polri di mata masyarakat.
Karena itu, semakin matang usia Polwan, semakin besar pula harapan yang disematkan. Perempuan-perempuan di tubuh Polri diharapkan terus tumbuh sebagai sosok yang tangguh dalam menjalankan tugas, tetapi tetap mampu menghadirkan sisi kemanusiaan dalam setiap pengabdiannya.
Pada akhirnya, Hari Jadi Polwan bukan sekadar perayaan. Ia menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak mengenal batas peran maupun gender. Ketika profesionalitas, integritas dan humanisme berjalan bersama, Polwan dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam mewujudkan Polri yang semakin dipercaya masyarakat.(**)











