Politisi PBB Matikan TV Saat Tonton Siaran ini

Senin, 19 Februari 2018

Baturaja, Sumselupdate.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sudah mengumumkan hasil penelitian dan verifikasi administrasi kepengurusan partai politik (parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang. Ada dua partai dinyatakan tidak lolos verifikasi.

Satu di antaranya Partai Bulan Bintang (PBB). Tidak lolosnya partai PBB ini memberikan kesedihan tersendiri bagi Ketua DPC PBB Ogan Komering Ulu (OKU), Malkomar Dui.

Read More

“Saya semalam menonton televisi. Mendapat kabar itu saya langsung matikan televisi,” katanya saat dibincangi Senin (19/2/2018).

Terus terang, kata Malkomar, dirinya memiliki chemistry tersendiri dengan PBB. Sejak awal berdiri pada November 1998 ia sudah bergabung di PBB untuk kepengurusan di Kabupaten OKU. PBB ini juga yang telah mengantarkannya selama tiga periode di DPRD.

“Makanya saya paham dan merasakan benar susah dan senangnya selama bergabung di PBB ini,” ceritanya.

Malkomar menceritakan, memang ini merupakan putusan final dari KPU. Namun masih ada 12 hari ke depan dan PBB  masih memiliki kesempatan untuk melakukan gugatan.

“PPB pusat sudah melakukan gugatan ke PTUN dan saya yakin PBB akan lolos,” kata Malkomar.

Menilik sejarah PBB tahun 2014 kata Malkomar, kondisinya hampir sama. PBB juga dinyatakan tidak lolos verifikasi oleh KPU RI. Namun setelah digugat akhirnya PBB masih tetap lolos menjadi peserta pemilu pada tahun 2014.

“Jadi saya sangat yakin PBB OKU akan lolos untuk menjadi peserta pemilu tahun 2019 ini,” kata Malkomar sembari mengaku selalu ingat dengan cerita Yusril Ihza Mahendra pada pertemuan di salah satu Hotel. Beliau bercerita jika pernah 3 hari 3 malam menyusun gugatan dan alhamduillah berhasil. Pada tahun 2014 PBB jadi peserta pemilu,” katanya.

Disinggung langkah apa yang akan dilakukannya jika gugatan PBB nanti ditolak? Malkomar mengaku, belum tahu apa yang akan dilakukannya nanti. “Yang jelas sampai detik ini tidak terbesit sedikitpun di benak saya untuk meloncat ke partai lain,” tegasnya.

Selain PBB, ada satu lagi partai yang dinyatakan tidak lolos verifikasi, yakni PKPI. Di OKU sendiri ada dua anggota dewan yang berasal dari partai tersebut.

Berbeda dengan Malkomar yang tetap setia sampai akhir, dua legislator dari PKPI yakni Erlan Abidin dan Kamaludin mengaku tetap akan ikut bertarung pada Pileg 2019. Bahkan Kamaludin dengan tegas mengatakan akan loncat ke partai lain.

“Pada 2019 nanti saya tetap akan maju mengikuti Pemilihan Legislatif. Karena PKPI tidak lolos verifikasi, saya bingung akan menggunakan perahu mana. Kita lihat saja nanti,” tegas Erlan.

Senada dikatakan kader PKPI lainnya yang juga duduk di DPRD OKU, Kamaludin. Penasehat Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) PKPI OKU itu masih berharap partainya bisa ikut diterima menjadi peserta pemilu. Ini karena dirinya masih berkeinginan maju nyaleg di Pileg 2019 mendatang.

“Kalau saya mau nyalon lagi. Namun andaikata PKPI memang benar-benar tidak masuk (jadi peserta,red), ya terpaksa loncat partai,” tegasnya.

Partai apa? Ditanya demikian, Kamaludin merahasiakannya rapat-rapat. “Belum tahu partai mana, masih rahasia,” seloroh dia. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts