Pimpinan MPR RI dan DPD RI Wacanakan Laporan Kinerja Disampaikan Pimpinan Lembaga Negara Dalam Sidang Tahunan MPR

Senin, 10 Juli 2023
Rapat Konsultasi Pimpinan MPR RI dengan Pimpinan DPD RI, di Ruang Delegasi MPR RI, Jakarta, Senin (10/7/21).

Jakarta, Sumselupdate.com — Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi dukungan DPD RI terhadap rencana penyelenggaraan Sidang Tahunan MPR RI yang akan dilaksanakan secara terpisah dan tidak dijadikan satu rangkaian dengan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI. Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2023 akan dilaksanakan 15-16 Agustus 2023.

“Pada 15 Agustus 2023 penyampaian laporan kinerja lembaga negara seperti DPR RI, DPD RI, BPK RI, MA RI, MK RI, dan KY RI kepada publik yang dibacakan masing-masing Ketua lembaga negara. Sedangkan 16 Agustus 2023 penyampaian laporan kinerja Presiden RI kepada publik yang disampaikan Presiden RI. Setelah Sidang Tahunan MPR RI selesai, dilanjutkan dengan pelaksanaan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI untuk mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden dalam rangka HUT ke-78,” ujar Bamsoet usai Rapat Konsultasi Pimpinan MPR RI dengan Pimpinan DPD RI, di Ruang Delegasi MPR RI, Jakarta, Senin (10/7/21).

Read More

Turut hadir Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti, serta Wakil Ketua DPD RI Letjen TNI (Mar) (Purn.) Nono Sampono, Mahyudin, dan Sultan Baktiar Najamudin. Hadir pula Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Sjarifuddin Hasan, Yandri Susanto, dan Arsul Sani.

Menurut Bamoet, Sidang Tahunan MPR RI telah menjadi konvensi ketatanegaraan yang terus terpelihara dengan baik dan telah memberikan warna tersendiri dalam kehidupan demokrasi dan ketatanegaraan. Menjadi forum untuk menegakan kedaulatan rakyat, membangun komunikasi, sekaligus wahana menumbuhkan kepercayaan masyarakat melalui laporan kinerja pelaksanaan wewenang dan tugas masing-masing lembaga negara, sebagaimana diamanatkan konstitusi.

“Dasar hukum penyelenggaraan Sidang Tahunan MPR RI antara lain pasal 2 ayat (2) UUD NRI Tahun 1945, bahwa MPR RI bersidang sedikitnya sekali lima tahun di Ibukota Negara. Makna sedikitnya sekali lima tahun berarti MPR RI dapat bersidang lebih dari 1 kali dalam lima tahun, pasal 152 ayat (1) Peraturan MPR RI Nomor 1 Tahun 2019 tentang Tata Tertib MPR, bahwa untuk menjaga dan memperkokoh kedaulatan rakyat, MPR RI dapat menyelenggarakan sidang tahunan dalam rangka mendengarkan laporan kinerja lembaga negara kepada publik tentang pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta diperkuat melalui konvensi ketatanegaraan,” jelas Bamsoet.

Dikatakan, selain membahas Sidang Tahunan MPR RI, pimpinan MPR RI dan DPD RI sepakat mendorong tugas pokok dan fungsi masing-masing lembaga perwakilan rakyat yang terdiri dari MPR RI, DPR RI, dan DPD RI, ke depan bisa diatur dalam undang-undang tersendiri. Sehingga tidak lagi bergabung dalam Undang Undang MD3.

Pemisahan undang-undang lembaga perwakilan rakyat tersebut juga sempat bergulir saat Bamsoet menjadi Ketua DPR RI tahun 2018-2019. Pemisahannya bisa dilakukan melalui RUU Inisiatif DPR RI. DPD RI bahkan sejak tahun 2009 sudah menyiapkan draft RUU tentang DPD yang juga didukung berbagai tokoh DPD, seperti Ketua DPD RI pertama Ginandjar Kartasasmita, dan berbagai tokoh publik lain.

Keberadaan UU tentang MPR RI, UU tentang DPR RI, dan UU tentang DPD RI sejalan dengan amanat konstitusi yang menekankan bahwa ketentuan lebih lanjut tentang masing-masing lembaga perwakilan rakyat diatur dengan undang-undang. Sebagai contoh, dalam pasal 2 ayat 1 UUD NRI 1945 disebutkan MPR RI terdiri atas anggota DPR dan anggota DPRD yang dipilih melalui Pemilu dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang. Begitupun dengan keberadaan DPR RI (pasal 19), DPD RI (pasal 22 C) ataupun DPRD (pasal 18).

“Setelah melakukan rapat konsultasi dengan Pimpinan DPD RI, selanjutnya pimpinan MPR RI akan melakukan rapat konsultasi dengan pimpinan berbagai lembaga tinggi negara lain. Presiden, DPR RI, BPK RI, MA RI, MK RI, dan KY RI. Sehingga bisa mematangkan rencana persiapan penyelenggaraan Sidang Tahunan MPR RI, sekaligus membahas berbagai persoalan ketatanegaraan lainnya,”tegas Bamsoet. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts