Petugas Dishub OKI Kandangkan Enam Truk Pengangkut Minyak Sawit Milik PT Klantan, Ternyata Ini Pemicunya

Enam truk pengangkut minyak kelapa sawit milik PT Klantan yang melintas di atas Jembatan Komering dikandangan petugas Dishub OKI.

Laporan: Syakbanudin

Kayuagung, Sumselupdate.com – Sebanyak enam truk pengangkut minyak kelapa sawit milik PT Klantan yang melintas di atas Jembatan Komering, dikandangan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten OKI, Antonio Ramadhon, SSos, MSi didampingi Kabid DalOps Dishub OKI, Mopul Arun ketika dikonfirmasi menjelaskan, enam truk pengangkut sawit milik PT Klantan ini terpaksa dikandangkan lantaran saat melintas di atas Jembatan Komering melebih kapasitas delapan ton.

“Memang sebelumnya, kami dari Dinas Perhubungan, Bidang Dal Ops telah melakukan pemantauan kenderaan yang melintasi Jembatan Komering yang kapasitasnya melebih dari delapan ton. Dan setelah dilakukan pemantauan ada beberapa truk yang akan melintas di atas Jembatan Komering maka kita perintahkan untuk berputar berbalik arah. Tak hanya itu, kita juga terpaksa langsung kita kandangkan untuk kita proses dan dilakukan pembinaan,” terang Kadishub OKI, Antonio Ramadhon.

Antonio mengatakan, pihaknya langsung melakukan tilang lantaran sopir truk ini juga tidak melengkapi surat-surat yang diminta.

Dikatakannya, untuk melakukan pemantauan pihaknya juga telah menempatkan pos-pos pengawasan di beberapa titik lokasi.

Seperti di Kecamatan Kota Kayuagung yang menempatan pos pengawasan di bawah jembatan fly over jalan tol yang berlokasi arah Sepucuk dan di bawah Jembatan Komering.

Antonio Ramadhon mengingatkan kendaraan milik perusahaan yang beroperasi di Kabupaten OKI, untuk tetap mentaati aturan Perda yang ada.

“Sebelumnya kita juga telah mendapatkan perintah Bapak Bupati, agar untuk kenderaan yang melebih kapasitas delapan ton untuk disuruh

putar balik. Dan jika memang masih melanggar nantinya, maka kita akan lakukan pemortalan jalan. Sebab petugas kita cek ada beberapa kenderaan yang melintas saat ini, di mana mereka membawa kapasitas sekitar 20-25 ton, artinya overload. Oleh sebab itu, kenderaan kita tarik dan kita suruh putar balik,” tegasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.