Petani Gagal Panen, Harga Cabai di PALI Jadi Tak Stabil

Kebun cabai milik Samsuar yang mengalami gagal panen.

PALI, Sumselupdate.com – Naiknya harga cabai yang terjadi dalam sepekan ini disebabkan karena banyak petani cabai yang mengalami gagal panen, termasuk di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Seperti yang dialami Samsuar (70), salah seorang petani cabai asal Telaga Calak, Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI yang sampai mengalami kerugian hingga Rp40 juta.

Bacaan Lainnya

Besarnya kerugian itu disebabkan, semua tanaman cabai miliknya tidak ada yang berbuah akibat daun menjadi keriting dan pohonnya kerdil. “Jangankan panen, sampai sekarang ini kami belum sama sekali melihat buah cabai yang kami tanam ini,” ucapnya saat dibincangi, Rabu  (8/1/2020).

Dijelaskan Samsuar, dirinya sudah berusaha berbagai cara melakukan untuk mengatasi penyakit, namun tetap saja tanaman cabai seluas dua hektar yang telah ditanamnya sejak September 2019 gagal panen.

“Aku juga kurang tahu penyebab cabai itu jadi kerdil dan keriting. Padahal, aku sudah pakai bibit unggul kelas satu dan menggunakan pupuk yang bagus juga,” ungkapnya.

Samsuar berharap, ada campur tangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI untuk membantu mengatasi masalah tersebut. “Kami berharap Pemkab PALI melalui Dinas Pertanian bisa memberi solusi terutama atasi penyakit ini,” harapnya.

Menanggapi keluhan petani cabai tersebut, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Erizon mengatakan, pihaknya bakal segera mengecek ke lokasi.

“Kita akan lihat dulu penyebabnya apa, tapi kalau sudah usia tanam dua bulan, mungkin sudah terlambat ditangani. Tapi, tetap kita tinjau dulu baru kita tentukan langkah selanjutnya,” terangnya.

Sementara itu Rini (35) ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi menuturkan, sebelum tahun baru harga cabai dikisaran Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per kilogramnya.

“Tapi, pas tahun baru harga cabai mencapai Rp60 per kg. Tapi, sekarang harganya Rp35 ribu sampai 36 ribu per kg,” tukasnya. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.