PALI, Sumselupdate.com – Kualitas getah karet dari petani di beberapa daerah di Kabupaten PALI sangat mengecawakan pengusaha. Seperti yang dikatakan oleh Mohd Rabby, Presiden Direktur (Presdir) PT Felda Indo Rubber yang merupakan satu-satu perusahaan perkebunan karet yang ada di Kabupaten PALI.
Rabby mengatakan bahwa selama ini karet yang datang dari petani banyak yang tidak bagus dan kualitas nya sangat jelek. “Ada yang dimasukkan sagu, botol, kain, karung, air dan lainnya. Menurut mereka, dengan begitu akan menambah berat, padahal aktivitas seperti itu membuat harga karet di PALI serta di Indonesia terendah atau murah,” katanya.
Pria yang merupakan warga asli negeri Jiran itu terpaksa harus kejam terhadap petani karet yang nakal tersebut. “Perusahaan sudah menegaskan, tidak akan membeli karet yang sudah dicampur bahan-bahan seperti itu. Makanya, dalam penyortiran karet kami sangat ketat. Bahkan tak jarang, saya turut melakukan sortir karet dari suplier yang menjual kepada kami,” tambahnya.
Tercatat, dari 109 suplier karet yang ada, hanya 20 suplier yang aktif dan dari 258 daerah, hanya sekitar 40 daerah yang menjual kepada pihaknya. “Karena memang, kalau karet yang banyak campuran seperti itu akan langsung kami kembalikan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu pihaknya berharap agar pemerintah daerah serta Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel mengambil peran dalam mengatasi masalah yang sudah mengakar di kalangan masyarakat tersebut.
“Tentu, Gapkindo harus memberi sosialisasi serta pengetahuan kepada para petani karet. Karena, kualitas menjamin harga jual. Kami pun jika memang diundang siap untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” tambahnya.
Secara rinci, Rabby juga menjelaskan bahwa karet yang dibelinya harus memiliki Kandungan Karet Kering (KKK) yang tinggi. “Makanya, kalau karet getah yang direndam, kami tidak mau beli. Kalau kualitas nya bagus, harga beli perusahaan Felda juga akan tinggi,” tandasnya. (adj)











