Jakarta, Sumselupdate.com – Perseteruan Nikita Mirzani dan Julia Perez kian meruncing. Bintang ‘Sang Sekretaris’ itu benar-benar merealisasikan janjinya untuk melaporlan Julia Perez atas kasus pencemaran nama baik. Nikita Mirzani mendatangi Polda Metro Jaya bersama pengacaranya.
Pantauan detikcom, Sabtu (29/10/2016), Nikita bersama kuasa hukumnya Fachmi Bachmid, tiba di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, mengenakan celana jeans dan kemeja biru bergaris, dia bersama pengacaranya langsung masuk ke ruang pengaduan.
Sekitar pukul 17.45 WIB Nikita pun keluar dari ruang SPKT. Fachmi, kepada wartawan, mengatakan maksud kedatangan mereka ke Polda Metro untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang di-posting Jupe di media sosial.
“Di dalam UU ITE tidak dibenarkan meng-upload tulisan yang pada intinya dikategorikan sebagai fitnah. Karena ini merupakan pencemaran nama baik dan fitnah, makanya kami laporkan,” jelas Fachmi.
Dalam laporannya, pihak Nikita menganggap Jupe melanggar Pasal 27 ayat 3, Pasal 36 UU ITE dan Pasal 113 KUHP dengan ancaman 4 sampai 6 tahun.
“Ini merupakan tindak pidana berdasarkan bukti yang ada, bahwa di berita itu Nikita dituduh melakukan penganiayaan. Ini adalah satu hal yang sangat fitnah dan mencemarkan nama baik. Ini sangat merugikan eksistensi dia (Nikita) sebagai publik figur,” lanjutnya.
Fachmi mengatakan apabila si terlapor menghubungi pihak Nikita, maka laporan ke Polda tak akan pernah ada. “Jangan semudah itu posting tulisan yang memojokkan seseorang di media sosial,” kata Fachmi.
Sementara Nikita mengatakan dia telah melakukan itikad baik dengan menghubungi Jupe untuk mengklafirikasi kejadian yang sebenarnya. Namun, dia mengaku kecewa karena Jupe meluapkan amarahnya di WhatsApp.
“Udah bilang, Niki juga udah WA, dia marah-marah kok di WA. Orang asistennya bilang kalau bukan Niki yang mukul dan waktu kejadian Niki nggak ada di sana,” ujar Nikita.
“Bukan kali ini doang sih (dia) maki-maki Niki. Kalau di telepon dan WA doang sih Niki masih bisa terima, tapi ini udah di media sosial,” tambahnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jupe marah-marah di Twitter karena sang asisten, Lucky, diduga dipukul oleh seorang pria yang mengaku kekasih Nikita saat tengah berada di klub malam.
Pelantun hits ‘Belah Duren’ itu merasa tak pernah punya masalah dengan Nikita sehingga dibuat bingung atas penyerangan yang dilakukan kepada asistennya.
“Nggak ada masalah. Cuma saya sempat kasih nasihat waktu dia ada masalah sama Nafa. Tapi sepertinya dia menganggap ini serangan. Padahal saya memberi tahu kalau masalah dengan Zack Lee itu masalah perempuan. Ya mungkin dia tidak senang kalau saya tegur dia. Mungkin teguran saya untuk tidak melukai sesama perempuan mungkin salah di mata dia. Saya nggak tahu kenapa ini terjadi ya,” ungkap Jupe ketika ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan pada Sabtu (29/10/2016).
Jupe pun mempersilahkan Nikita jika ingin melaporkan dirinya dan sang asisten soal insiden ini ke pihak berwajib. Soal itikad baik untuk berdamai, Jupe mengaku masih belum tahu.
“Intinya saya tidak ingin ada premanisme. Di Indonesia, siapa pun tidak berhak memukul siapa pun. Premanisme seperti ini harus dihapuskan. Silahkan dia kalau mau lapor dulu aja. Saya kasih space waktu untuk bercengkrama dengan teman-teman dan mungkin memberikan informasi-informasi yang lebih akurat,” lanjutnya.
Jupe pun menegaskan keributan di Twitter bukan sengaja dibuat untuk mencari sensasi. Ia hanya mencari keadilan untuk sang asisten yang menjadi korban.
“Saya cari sensasi buat apa? Kalau dibilang cari sensasi, nanti kita lihat siapa yang sering bikin sensasi. Pada intinya, pemukulan ini terjadi bukan sensasi,” pungkas Jupe. (hyd)











