Palembang, Sumselupdate.com – Permasalahan genset sebagai lemahnya sarana sekolah atas kebijakan baru Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang harus seluruh sekolah menyewa saat ujian berlangsung mengatasi pemadaman listrik dianggap tak begitu darurat oleh pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.
Pasalnya, Kadisdik Sumsel Drs Widodo, MPd, menyatakan menolak jika ada BUMN atau pun sejenisnya memberikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk kebutuhan genset.
“Kita akui sarana kurang kalau UNBK, tapi kalau genset kita minta pihak ketiga berupa CSR saya kira tidak perlu,” tegas Widodo, Rabu (5/4/2017).
Menurut Widodo, genset dianggap terlalu kecil meskipun kebutuhan tiap sekolah memerlukan mengingat ketergantungan listrik. Sehingga permasalahan tersebut akan dicarikan solusinya dengan dana APBD.
“Kalau CSR kita memang ingin, tapi kita cari untuk misalnya penambahan ruang kelas dan sebagainya,” pungkasnya. (adm3)











