Perampok Sopir Truk yang Menyaru Pengamen di Simpang Empat Macan Lindungan Palembang Didor Petugas

Selasa, 6 Agustus 2019
Tersangka Oktavia alias Okta salah satu perampok sopir yang kerap melintas di Jalan Macan Lindungan, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, meringis kesakitan usai kaki kananya ditembus peluru petugas.

Palembang, Sumselupdate.com – Satuan Reskrim Tekab 134 Polresta Palembang menembak salah satu perampok sopir yang kerap melintas di Jalan Macan Lindungan, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

Adalah Oktavia alias Okta (19) pelaku perampokan yang dipaksa mencium bumi usai kaki kanannya ditembus peluru petugas.

Read More

Usai mendapat pengobatan dari rumah sakit, tersangka Okta langsung digelandang ke Polresta Palembang untuk menjalani pemeriksaan penyidik.

Tersangka yang tercatat sebagai warga Jalan Bukit Baru, Lorong Bukit Permai, RT 03 RW 06, Kelurahan Bukit Baru Kecamatan IB I Palembang, dilaporkan korban Denny Silalahi (48) atas kasus pencurian dan kekerasan (curas) saat melintas di simpang empat lampu merah Jalan Macan Lindungan, Kecamatan Ilir Barat I Palembang pada Kamis (11/4) pukul 12.00.

Tersangka yang tidak dapat berkelit saat petugas menunjukkan sejumlah barang bukti ini, nekat mencoba kabur saat dilakukan pengembangan. Sangat disayangkan, usaha pelariannya terhenti dengan butiran timah panas anggota.

“Tersangka ini terbilang sadis saat menjalankan aksinya. Mereka tidak segan-segan melukai korbannya. Dengan menyamar sebagai pengamen, tersangka dan temannya menodong korbannya yang rata-rata berprofesi sebagai sopir,” ujar Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara SIk SH MH didampingi Kasubag Humas, Iptu Tohirin kepada awak media.

Dengan barang bukti berupa gitar kecil rusak, dompet kecil, paku, dan handphone Asus warna hitam yang kerap digunakan, tersangka ini termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Laporan yang kami terima, tersangka bersama temannya bernama Ar (DPO) mencoba merampas handphone dan uang sebanyak Rp400 ribu yang tersimpan di dasboard. Namun sayang, usahanya sia-sia karena korban mempertahankan hartanya. Tidak ingin kehilangan target, tersangka menusuk korban dengan paku dan memukulinya dengan gitar kecil,” terangnya.

Sementara tersangka mengatakan butuh uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Saya terpaksa  karena tidak ada kerjaan. Uangnya saya gunakan untuk makan sehari-hari,” ujarnya. (tra)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts