Peralatan Pendidikan PAUD di Batumarta Diambil Paksa Pendiri

Rapat Pemerntah Desa dengan wali murid PAUD Wali Songo, Jumat (4/1/2018)
Baturaja, Sumselupdate.com – Peralatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Wali Songo, di Batumarta unit I dusun Tegal Sari, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, diduga diambil paksa sepihak oleh oknum pendiri PAUD tersubut berinisial NRH.
Selama enam tahun terakhir ini, PAUD tersebut menggunakan Balai Dusun setempat sebagai tempat belajar. Balai itu sudah disekat sedemikian rupa, layaknya tempat proses belajar mengajar. Termasuk juga tersedia sarana prasarananya.
Namun oleh oknum inisial NRH melalui orang-orangnya, PAUD itu dibongkar. Segala asetnya berupa meja-kursi, ATK termasuk buku-buku, dibawa menuju ke rumah yang bersangkutan.
“Yang kami tahu, PAUD ini sudah dibongkar kemarin (Kamis, 3/1/2018). Semua dibawa. Sekat dibongkar,” ujar Toyyibaturohaniyah, salah satu pengajar PAUD Walisongo, Jumat (4/1/2019) kamarin.
Untungnya, warga Tegal Sari tidak meradang. Kepalanya dingin semua menyikapi ulah oknum tersebut.
Terkait hal itu, Pemerintah Desa setempat, petang tadi, mengumpulkan ibu-ibu (wali murid) di balai dusun itu guna membahas masa depan PAUD Walisongo.
Sekretaris Desa (Sekdes) Batumarta I, Aman Andesta, meminta warganya untuk tidak resah, apalagi memusingkan masalah pembongkaran tersebut.
“Jangan resah. PAUD tetap ada disini. Senin nanti, silahkan belajar mengajar seperti biasa, walau ada meja atau tidak,” sarannya.
Dirinya menuturkan, Pemdes setempat sudah membangun gedung PAUD yang baru, yang lokasinya tidak begitu jauh dari lokasi sekarang. “PAUD Walisongo itu merupakan murni milik Desa Batumarta 1,” ujarnya.
Nah, saat pembongkaran itu, Pemdes Batumarta 1, ungkap dia, sama sekali tidak mendapatkan pemberitahuan. “Bahkan pamit atau permisi saja tidak, Padahal jelas ini merupakan aset desa,” jelasnya.
Sekdes mengakui jika dulunya NRH memang merupakan salah satu pendiri pertama PAUD Walisongo.
“Sekarang ini, NRH mau mendirikan sendiri (PAUD) di daerah dia (blok-nya sendiri). Dalam arti mau memindahkan PAUD ini ke tempatnya,” bebernya.
Jumani anggota BPD setempat menambahkan,  jika kasus gejolak ini sudah dimulai sejak kepengurusan baru PAUD mulai dibentuk.  Lantaran adanya kecurigaan penyelewengan yang dituduhkan oleh NRH terhadap semua kinerja di dalam PAUD, namun setelah dibentuk kepengurusan baru malah NRH tak setuju lantaran NRH tidak dimasukan ke dalam kepengurusan.
“Nah sejak itu mulai tidak kondusif,  kami sudah lakukan mediasi tapi NRH masih bersikeras,  buntutnya pengerusakan dan pengambilan aset PAUD itu,” jelasnya. (wid)
Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.