Sudah Sesuai Kesepakatan

Rabu, 6 Januari 2016

Palembang, SU — Budi Sulistyani General Manager PT Gandha Tahta Prima mengatakan, selama ini pihaknya tidak ada masalah dengan pedagang Pasar 16 Ilir. Menurutnya pengelolaan Pasar 16 Ilir dilakukan sudah sesuai kesepakatan bersama antara pemerintah maupun pedagang.

Dikatakannya, setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Pasar 16 Ilir sejak dikelola PT GTP sudah sangat besar.

“Untuk pasar 16 Ilir saja kita per bulan Rp95 juta. Silahkan kalikan saja sejak bulan Mei, kalau dihitung itu Rp800 juta lebih itu melebih setoran PAD seluruh pasar Palembang tahun 2014, belum lagi yang pasar Kuto yang kini kita kelola,” katanya.

Mengenai usulan pedagang pasar 16 Ilir meminta perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB) kepada Pemkot Palembang, dia menyerahkan semua keputusan kepada pihak Pemkot Palembang.

“Kita kembalikan ke Pemkot Palembang, karena pasar 16 Ilir aset pemerintah kota Palembang, artinya bukan wewenang kita,” katanya.

Terkait adanya rekomendasi DPRD Palembang tentang pemutusan kontrak antara Pemko Palembang dengan PT GTP, Yeyen menilai kalau pihaknya hingga kini belum melihat atau menerima rekomendasi dari DPRD Palembang tersebut.

“Tapi kalau sebatas isu kita sudah mendengar. Tanggapan kita sih apapun bentuk rekomendasi itu kita kembalikan lagi ke Pemkot Palembang, karena antara Pemko Palembang dan PT GTP sebelumnya sudah ada perjanjian mengelola Pasar 16 Ilir. Tidak mungkin diputus sepihak oleh Pemkot Palembang, artinya sebuah perjanjian bisa dibatalkan jika memenuhi unsur-unsur yang membatalkan perjanjian tersebut,” katanya. (adm3)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.