Muarabeliti, Sumselupdate.com –
Kepala BPS Kabupaten Mura Aidil Adha mengatakan, perkiraan penurunan jumlah penduduk miskin itu sekitar 14,5 persen. Namun perkiraan pihaknya tersebut belum final. Sebab untuk 2016 hasil Susenas baru akan keluar bulan depan. “Saya yakin turun sekitar 14,5 persen, tapi belum final. Dari 14 setengah persen itu, jumlahnya sekitar 40 ribuan tinggal,” jelasnya.
Perlu diketahui tahun 2015 lalu, jumlah penduduk miskin di Mura mencapai 15,13 persen atau 58 ribu jiwa dari sekitar 400 ribu jumlah penduduk di Mura. Kalau dihitung secara persentase jumlah penduduk miskin paling tinggi di wilayah Kecamatan Selangit 29,10 persen, STL Ulu Terawas 18,68 persen, Tuah Negeri 17,62 persen dan Purwodadi 17,10 persen.
“Mata pencaharian penduduknya rata-rata bertani karet. Sehingga ketika harga karet naik turun, maka berdampak turun juga penghasilan masyarakat,” bebernya.
Lain halnya dengan wilayah Kecamatan Tugumulyo dan Megang Sakti. BPS menyebut kedua wilayah Kecamatan ini termasuk ke dalam persentase paling rendah penduduk miskin. Sebab kedua wilayah itu, mata pencaharian penduduk tidak seragam diantaranya ada bertani karet dan ikan. “Paling rendah Tugumulyo 10.33 persen sama Megang Sakti 11.26 persen,” tandasnya.
Lebih lanjut pihaknya mengatakan saat ini sudah nampak pergerakan untuk memperbarui mulai dari infrastruktur dan pelayanan dasar yang dijalankan pemerintah. Hal itulah yang berkaitan dengan prediksi akan turunnya jumlah penduduk miskin di Kabupaten Mura. “Solusinya menambah variasi pekerjaan mereka,” bebernya.
Adapun indikator penduduk miskin oleh BPS menyebutkan yakni kemamuan seseorang untuk memenuhi kemampuan dasar. “Penduduk miskin dihitung berdasarkan garis kemiskinan satu orang, satu rumah kali Rp342.956,” tandasnya. (ain)











