Pendemo Mulai Anarkis, Petugas Balas dengan Semprotan Air

Selasa, 11 April 2017
Puluhan pendemo kocar-kacir saat disemprot pasukan Dalmas Polres Muaraenim menggunakan water canon, Selasa (11/4/2017).

Muaraenim, Sumselupdate.com – Puluhan massa melakukan demonstrasi di depan Lapangan Merdeka, Kota Muaraenim, Kabupaten Muaraenim, Selasa (11/4/017).

Massa sudah berdatangan sejak pagi dengan membawa berbagai macam spanduk dan poster untuk  menyampaikan aspirasi mereka.

Read More

Unjuk rasa itu dikawal ketat oleh aparat Polres Muaraenim. Namun sayang, akibat massa yang memaksa menerobos brikade petugas Pengendali Masyarakat (Dalmas) Polres Muaraenim, mengakibatkan demo yang awalnya tertib itu berakhir ricuh.

Aparat pun dibuat kesulitan mengendalikan massa yang mulai bertindak anarkis. Hingga akhirnya, petugas terpaksa membubarkan massa dengan semprotan water canon.

Mendapat tekanan dari pihak Dalmas, massa pun kocar-kacir dan berhasil ditertibkan. Itulah rangkaian simulasi Dalmas yang digelar oleh Satuan Sabhara Polres Muaraenim.

Para pendemo juga merupakan anggota Polres Muaraenim yang berperan menggunakan pakaian bebas.

Kapolres Muaraenim, AKBP Leo Andi Gunawan, SIK, MPP didampingi Kabag Ops Kompol Zulkarnain dan Kasubag Humas AKP Arsyad AR mengatakan, latihan Dalmas ini diperagakan aparat Polres untuk mengendalikan massa demo yang anarkis.

“Mereka berlatih beberapa formasi Dalmas, sebagaimana yang dimaksud dalam Peraturan Kapolri tentang pengendalian massa,” ungkap Arsyad.

Arsyad juga mengatakan, pada simulasi itu ada sebanyak 200 personel Dalmas yang diturunkan dengan satu mobil water canon.

Anggota Polri ini melakukan praktik formasi-formasi Dalmas serta teknik-teknik pemecah massa, bila terjadi suatu unjuk rasa yang menjurus chaos.

“Agar semangat petugas tidak surut saat aksi berakhir ricuh, para petugas Dalmas pun menampilkan gerakan-gerakan Dalmas secara kompak dan disertai dengan teriakan kepada massa aksi. Teriakan ini bertujuan untuk meruntuhkan mental massa pengujuk rasa yang berniat melakukan kegiatan anarkis apabila terjadi unjuk rasa,” tambahnya.

Latihan Dalmas ini, lanjut Arsyad, untuk mempersiapkan pasukan Dalmas Polres Muaraenim, apabila suatu waktu terjadi unjuk rasa yang berujung ricuh di wilayah hukum Polres Muaraenim.

“Selain itu latihan ini juga bertujuan agar anggota memiliki skill dan kemampuan dalam menggunakan tameng dan tongkat,” pungkas Arsyad. (azw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts