Pendapatan Naik, Tapi Kesejahteraan Petani Kentang di SDT Muaraenim Belum Terasa

Writer: - Selasa, 5 November 2024

Muaraenim, Sumselupdate.com — Meski program kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Muaraenim dan PT Indofood Fortuna Makmur berhasil meningkatkan pendapatan petani kentang, kesejahteraan mereka masih belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa dukungan tambahan dan strategi baru diperlukan agar program ini benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas hidup petani.

Read More

Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Muaraenim dan PT Indofood Fortuna Makmur yang berlangsung sejak tahun 2023 bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kentang di wilayah tersebut, khususnya di Kecamatan Semende Darat Tengah, salah satu sentra produksi kentang di Sumatera Selatan.

Dalam program ini, PT Indofood memberikan bantuan bibit kentang berkualitas kepada petani serta berkomitmen membeli hasil panen dengan harga yang telah disepakati.

Melalui langkah ini, diharapkan terjadi pertumbuhan ekonomi yang signifikan di sektor pertanian kentang setempat.

Penelitian yang dilakukan oleh Tim Peneliti dari Universitas Serasan, yang diketuai oleh Rabecha Maros Framita, S.TP., M.Si, dan didanai oleh Program Penelitian Tahun Anggaran 2024 dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, menunjukkan bahwa meskipun pendapatan petani mitra program meningkat hingga Rp 61 juta per hektar per tahun, dampak terhadap kesejahteraan keseluruhan masih belum sepenuhnya dirasakan.

Kesejahteraan petani diukur dengan indikator Good Service Ratio (GSR) yang mencapai rata-rata 0,68. Ini menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga petani mitra masih terkendali.

Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan antara kesejahteraan petani mitra dan non-mitra, mengindikasikan bahwa hasil program ini belum sepenuhnya optimal dalam meningkatkan kualitas hidup petani.

Penelitian juga mencatat bahwa pendapatan dari kegiatan di luar sektor pertanian (off-farm dan non-farm) memegang peranan penting dalam menjaga kesejahteraan petani, menunjukkan bahwa ketergantungan sepenuhnya pada pertanian kentang belum cukup untuk mencapai kesejahteraan yang diinginkan.

Demi optimalisasi program, tim peneliti merekomendasikan peningkatan pendampingan teknis, ketersediaan bibit unggul dengan harga terjangkau, serta stabilitas harga kentang di pasaran.

Meskipun program ini telah memberikan kontribusi positif, diperlukan langkah strategis tambahan untuk memastikan keberlanjutan dan fokus yang lebih tajam pada peningkatan kesejahteraan petani kentang di Kabupaten Muaraenim.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts