Pemkot Pagaralam Bakal Masukan Pelajaran Bahasa Basemah di Sekolah

Lokakarya Penyelamatan, Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Seganti Setungguan, yang digelar di Balaikota Pagar Alam, Selasa (25/02/2020)

Pagaralam, Sumselupdate.com – Pemerintah Kota Pagaralam melakukan berbagai upaya, agar bahasa daerah asli Besemah bisa diselamatkan dan tidak terkontaminasi bahasa luar. Upaya yang dilakukan yaitu dengan memasukan pelajaran Bahasa Besemah di jenjang sekolah.

“Saat ini masyarakat Pagaralam sudah banyak menggunakan bahasa daerah lain contohnya bahasa Palembang.
Hal ini sangat disayangkan, pasalnya bahasa asli daerah Besemah atau Pagaralam sudah mulai jarang dipakai untuk berdialog setiap hari dimasyarakat,” ujar Walikota Pagaralam Alpian Maskoni saat membuka lokakarya Penyelamatan, Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Seganti Setungguan, yang digelar di Balaikota Pagar Alam, Selasa (25/02/2020).

Bacaan Lainnya

Lokakarya ini menghadirkan para tokoh nasional, yang merupakan putra asli Besemah, seperti Komjen Pol (Purn) Drs Susno Duadji SH M.Sc, Dr Sutiono Mahdi, dan Dr Suhardi Mukmin M.Hum.

Menurut Alpian, Pemkot Pagaralam sudah mengkoordinasikan rencana ini ke dinas terkait yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk rencana akan dimasukannya pelajaran Bahasa Besemah di mata pelajaran muatan lokal.

Untuk itu, pihaknya menyambut baik kegiatan lokakarya tentang pelestarian Bahasa Besemah yang diselenggatakan tersebut. Walikota mengatakan melalui lokakarya tersebut diharapkan masyarakat dapat mempertahankan budaya lokal besemah.

“Kami mencoba menterjemahkan ini sebagai muatan lokal. Kami merencanakan bagaimana cara agar muatan lokal ini ada di sekolah-sekolah. Harapannya kedepan kita dapat kembali mempertahankan budaya lokal, bukan hanya bahasa besemah,” papar walikota.

Sementara kepala Bidang Kebudayaan Tarmizi didampingi ketua pelaksana Dr Sutiono Mahdi menjelaskan lokakarya ini bertujuan untuk mempertahankan dan melestarikan bahasa besemah. Pihak pelaksana juga berharap bahasa besemah dapat dijadikan program studi oleh kalangan pendidikan. (Ric)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.