Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Kota Palembang melakukan penandatanganan surat perjanjian pekerjaan kontruksi kembangunan IPAL Sei Selayu, Kecamatan Kalidoni dengan tim leader Pemerintah Australia Ronal Van Kuller, Rabu (13/9/2017).
Dalam penandatanganan yang digelar di Rumah Dinas Walikota Palembang tersebut, Ronal Van Kuller mengatakan, pembangunan IPAL Sei Selayur sendiri sudah lama direncanakan.
“Hari ini kita lakukan penandatangani, Pemerintah Australia menghibahkan dana sebesar 45 juta dolar Australia dalam rangka pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) perkotaan di kawasan Sei Selayur,” ternag Ronal.
Ronal juga menuturkan, Australia lebih memilih memberikan hibah ke Kota Palembang karena Pemkot Palembang berkomitmen.
“Tujuan kita memberikan hibah di Kota Palembang ingin memperbaiki lingkungan, jangan sampai limbah rumah tangga mencemari lingkungan. Apalagi kita melihat Palembang berkomitmen,” ujar Ronal.
Ditargetkan Ronal setelah penandatanganan Surat Perjanjian Pekerjaan (SPK), pihaknya menargetkan IPAL Perkotaan akan diselesaikan pada 2022. “Target rampung perkiraan 2022, karena kita harus memasang 170 KM saluran pipa dalam kota,” katanya.
Walikota Palembang H Harnojoyo mengatakan, pihaknya mendapat bantuan dari Pemerintah Australia dalam mengembangkan IPAL perkotaan sekitar Rp500 miliar dan hanya Kota Palembang yang mendapat bantuan hibah bukan pinjaman tersebut.
Adanya bantuan tersebut mereka nilai Palembang lebih memiliki komitmen dalam hal kebersihan. “Mereka menilai kita memiliki komitmen, dalam menjaga kebersihan,” ucap Harno.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Palembang Saiful mengatakan pembangunan IPAL Sei Selayur sendiri tengah memasuki tahap sosialisasi. “Pemerintah tengah melakukan sosialisasi rencana pembangunan tersebut, termasuk relokasi warga agar bisa berjalan sesuai rencana,” beber Saipul.
Dilanjutkan Saipul, proyek IPAL Sei Selayur memakan total dana sebesar Rp500 miliar di atas lahan seluas 5,7 hektar akan berlangsung hingga 2022. “Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, Pemkot sudah merampungkan pembuatan DED sambungan rumah tangga,” ungkapnya.
Beberapa tahapan telah dirampungkan tambah Saipul, diantaranya Detail Engineering Design untuk membuat 12.000 sambungan rumah tangga dalam konteks semakin meningkatkan akses air bersih masyarakat perkotaan.
Kemudian yang tak kalah penting dalam tahapan itu yakni kesepakatan mengenai skema pendanaan sistem reimburse. Untuk itu, pendanaan akan menggunakan kombinasi antara dana APBD dan APBN untuk kemudian diganti oleh Australia setelah menyelesaikan proses pelaporan.
“Dengan hadirnya IPAL perkotaan ini, diharapkan air sungai menjadi lebih jernih karena telah melalui proses penyaringan sebelum dibuang ke sungai. Dampak positif lainnya, pekerjaan PDAM Tirta Musi akan lebih ringan dalam permurnian air bakunya,” pungkasnya. (udi)











