Pemerintah Waspadai Gerakan Kacaukan Keamanan Saat KPU Umumkan Hasil Pemilu 2019

Jumat, 26 April 2019
Kantor KPU

Jakarta, Sumselupdate.com – Pemerintah mewaspadai potensi munculnya gerakan massa yang menyebabkan instabilitas keamanan Indonesia menjelang dan sesudah KPU mengumumkan hasil rekapitulasi suara Pemilu, pada 22 Mei nanti.

“Kami mewaspadai kalau ada sebuah gerakan yang ingin memanfaatkan situasi atau rasa ketidakpuasan, kemudian mengalihkan menjadi sebuah gerakan. Kita semua menyiapkan diri dengan baik,” ujar Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko dikutip dari kompas.com, Jumat (26/4/2019).

Read More

Mantan Panglima TNI itu mengingatkan bahwa ada sejarah kelam yang pernah dialami bangsa Indonesia terkait instabilitas keamanan, yakni kerusuhan 1998/1999 di mana banyak menelan korban.

Pengalaman itu tidak boleh terulang. Ia sekaligus menegaskan, pemerintah berpengalaman di dalam menangani situasi dalam negeri yang mengarah ke instabilitas.

“Itu menjadi sebuah pembelajaran bagi kita semua. Jangan ada upaya untuk memanfaatkan situasi dengan cara seperti itu. Kami (pemerintah) sudah paham dengan cara-cara gimana menciptakan sebuah ‘trigger’ dengan disiapkan dulu sebelumnya. Kami siap menghadapi situasi ini,” ujar dia.

Ketika ditanya apakah saat ini pemerintah sudah mendeteksi munculnya gerakan yang bisa menyebabkan instabilitas keamanan, Moeldoko tidak menjawab lugas.

Ia mengatakan, pemerintah memantau penuh situasi keamanan dalam negeri dari waktu ke waktu. “Kalau soal indikasinya, kami ikuti dari waktu ke waktu. Tapi bahwa situasi bisa saja ya akan diciptakan,” ujar Moeldoko.

“Untuk itu, sekali lagi saya harus tegas katakan, jangan coba-coba membuat, menciptakan, cara-cara seperti itu. Karena banyak sekali merugikan masyarakat. Kita menyelesaikan harus dengan cara ksatria, bukan dengan cara tidak baik,” lanjut dia.

TNI dan Polri sudah menegaskan tidak akan memberi toleransi atas tindakan yang mengganggu ketertiban masyarakat dalam menyikapi Pemilu 2019.

TNI dan Polri akan menjaga stabilitas keamanan hingga berakhirnya seluruh tahapan pemilu 2019. Hal itu disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. (pto)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts